GAZA | Sentrapos.co.id – Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Israel mencegat puluhan kapal bantuan kemanusiaan yang sedang menuju Jalur Gaza, Palestina, di Laut Mediterania timur.
Penyelenggara armada bantuan Global Sumud Flotilla (GSF) pada Selasa (19/5/2026) menyebut sebanyak 41 kapal telah dicegat oleh militer Israel saat menjalankan misi kemanusiaan menuju Gaza.
Meski demikian, masih terdapat 10 kapal lain yang terus melanjutkan pelayaran mendekati wilayah Gaza.
Kapal bernama Sirius disebut menjadi armada terdepan yang posisinya hanya sekitar 145 mil laut dari Gaza.
GSF menjelaskan armada bantuan tersebut terdiri dari 54 kapal dengan total 426 peserta dari 39 negara yang berangkat dari Turki selatan sejak Kamis (15/5/2026).
“Kami tidak akan mengizinkan adanya pelanggaran terhadap blokade laut yang sah atas Gaza,” tulis Kementerian Luar Negeri Israel melalui media sosial X.
Israel menegaskan tidak akan membiarkan armada bantuan menembus blokade laut Gaza yang telah diberlakukan selama bertahun-tahun.
Erdogan Kecam Tindakan Israel
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan turut mengecam tindakan Israel yang mencegat armada bantuan kemanusiaan tersebut.
Dalam pidatonya di Ankara pada Senin malam (18/5/2026), Erdogan menyebut para peserta misi kemanusiaan sebagai “voyagers of hope” atau “pelaut harapan”.
Ia juga mendesak komunitas internasional segera mengambil langkah nyata terhadap tindakan Israel.
Ketegangan ini menjadi perhatian dunia internasional karena misi Global Sumud Flotilla dilakukan untuk mengirim bantuan kemanusiaan bagi warga Gaza yang terdampak konflik berkepanjangan.
Lima WNI Dilaporkan Hilang Kontak
Di tengah situasi memanas tersebut, lima warga negara Indonesia (WNI) dilaporkan hilang kontak setelah kapal yang mereka tumpangi disebut dicegat militer Israel di perairan Siprus.
Dalam rombongan misi kemanusiaan itu terdapat tiga jurnalis Indonesia, yakni Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari Republika, serta Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo.
Dua WNI lainnya merupakan aktivis kemanusiaan bernama Andi Angga dan Rahendro Herubowo.
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia melalui juru bicara Yvonne Mewengkang menyatakan empat WNI lain yang masih berada dalam armada bantuan saat ini terus melanjutkan pelayaran menuju Gaza.
Namun, mereka disebut berada dalam kondisi rawan ditangkap aparat Israel sewaktu-waktu.
Dunia Soroti Blokade Gaza
Pencegatan armada bantuan kemanusiaan kembali memicu kritik terhadap blokade laut Gaza yang diberlakukan Israel.
Sebelumnya, dua upaya pengiriman bantuan serupa juga dilaporkan pernah dicegat Israel di perairan internasional.
Situasi tersebut memperbesar kekhawatiran terhadap keselamatan relawan internasional dan jurnalis yang terlibat dalam misi kemanusiaan ke Gaza.
Hingga kini, perhatian internasional terus tertuju pada perkembangan armada Global Sumud Flotilla dan nasib para peserta yang masih berada di Laut Mediterania menuju wilayah Palestina. (*)
Poin Utama Berita
- Israel mencegat 41 kapal bantuan kemanusiaan menuju Gaza.
- Masih ada 10 kapal yang terus melaju mendekati Gaza.
- Armada Global Sumud Flotilla terdiri dari 54 kapal dan 426 peserta dari 39 negara.
- Israel menegaskan tidak akan membiarkan blokade laut Gaza ditembus.
- Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengecam tindakan Israel.
- Lima WNI dilaporkan hilang kontak setelah kapal dicegat Israel.
- Tiga jurnalis Indonesia ikut dalam misi kemanusiaan tersebut.
- Kemlu RI menyebut empat WNI lain masih berlayar dan rawan ditangkap.

















