Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
GAYA HIDUP & KOMUNITASTEKNO & GAME

AI Diprediksi Mulai Gantikan Pekerjaan Manusia di 2026, Ini 40 Profesi yang Paling Terancam

23
×

AI Diprediksi Mulai Gantikan Pekerjaan Manusia di 2026, Ini 40 Profesi yang Paling Terancam

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id – Perkembangan pesat teknologi kecerdasan buatan (AI) memicu kekhawatiran global terkait masa depan dunia kerja. Sejumlah pakar bahkan memprediksi bahwa AI akan mulai menggantikan peran manusia di berbagai sektor pada 2026.

Ilmuwan komputer ternama, Geoffrey Hinton, menyebut kemajuan AI saat ini sudah melampaui ekspektasi dan berpotensi menggeser dominasi manusia dalam berbagai bidang pekerjaan.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

“Di tahun 2026, kita akan melihat AI mulai memiliki kemampuan nyata untuk menggantikan peran manusia di berbagai sektor,” ungkap Hinton.

Ia bahkan membandingkan perkembangan AI dengan Revolusi Industri, yang dahulu menggeser peran tenaga fisik manusia.

“Jika dulu kekuatan fisik menjadi kurang relevan, kini AI bisa membuat kecerdasan manusia juga tidak lagi dominan,” tegasnya.

40 Profesi Paling Rentan Tergantikan AI

Laporan terbaru dari Microsoft pada 2025 mengungkap setidaknya 40 profesi memiliki risiko tinggi terdampak AI, khususnya pekerjaan berbasis pengetahuan, komunikasi, dan analisis.

Beberapa profesi yang paling rentan antara lain:

  • Penerjemah dan juru bahasa
  • Penulis dan jurnalis
  • Customer service
  • Analis manajemen
  • Ilmuwan data dan ahli matematika
  • Web developer
  • Editor dan penulis teknis
  • Telemarketer dan tenaga penjualan
  • Agen perjalanan dan penyiar radio
  • Dosen dan akademisi bidang tertentu

Secara umum, pekerjaan yang melibatkan pemrosesan informasi, analisis data, serta komunikasi menjadi paling mudah diotomatisasi oleh AI generatif.

AI Bukan Sekadar Ancaman, Tapi Transformasi

Meski demikian, peneliti senior Microsoft, Kiran Tomlinson, menegaskan bahwa AI tidak sepenuhnya akan menggantikan manusia, melainkan mengubah cara kerja di berbagai sektor.

“AI mendukung banyak tugas, terutama penelitian, penulisan, dan komunikasi, namun tidak sepenuhnya menggantikan satu profesi,” jelas Tomlinson.

Ia menekankan pentingnya adaptasi dan peningkatan keterampilan (upskilling) agar tenaga kerja tetap relevan di era digital.

Tantangan dan Peluang di Era AI

Para ahli menilai, kehadiran AI harus direspons dengan strategi yang tepat, baik oleh pemerintah, dunia pendidikan, maupun industri.

Transformasi digital membuka peluang baru, namun juga menuntut kesiapan sumber daya manusia agar tidak tertinggal.

Dengan percepatan adopsi teknologi, masyarakat diharapkan mampu beradaptasi dan memanfaatkan AI sebagai alat bantu, bukan ancaman semata. (*CNN)


Poin Utama Berita

  • AI diprediksi mulai gantikan pekerjaan manusia pada 2026
  • Geoffrey Hinton sebut AI bisa membuat kecerdasan manusia kurang relevan
  • Microsoft rilis daftar 40 profesi paling terdampak AI
  • Pekerjaan berbasis pengetahuan dan komunikasi paling rentan
  • Profesi seperti jurnalis, penulis, hingga analis terancam otomatisasi
  • AI dinilai lebih mengubah pekerjaan daripada menggantikan sepenuhnya
  • Pentingnya upskilling dan adaptasi tenaga kerja
  • AI jadi tantangan sekaligus peluang di era digital
error: Content is protected !!