Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
BIROKRASIINVESTIGASI & SOROTPERISTIWA

Qodari Tegas: Amien Rais Terjebak Hoaks Video AI, Publik Diminta Waspada Informasi Medsos

12
×

Qodari Tegas: Amien Rais Terjebak Hoaks Video AI, Publik Diminta Waspada Informasi Medsos

Sebarkan artikel ini
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari. Foto: Dok. Istimewa
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari. Foto: Dok. Istimewa
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id — Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap maraknya informasi tidak terverifikasi di media sosial, terutama yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Pernyataan tersebut disampaikan Qodari menanggapi polemik pernyataan Amien Rais terkait Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, yang dinilai bersumber dari konten hoaks.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

“Saya prihatin, seorang tokoh seperti Pak Amien Rais bisa menjadi korban hoaks,” ujar Qodari dalam keterangannya, Sabtu (2/5).

Hoaks Berbasis Konten Manipulatif

Qodari menjelaskan, tudingan terhadap Teddy Indra Wijaya berasal dari interpretasi keliru atas sebuah video di media sosial yang tidak autentik.

Konten tersebut memuat lagu berjudul “Aku Bukan Teddy” yang disalahartikan sebagai pernyataan nyata dari tokoh tertentu.

“Video itu tidak bisa dijadikan rujukan. Penyanyinya bukan seperti yang diasumsikan, dan visualnya hanya kolase yang tidak relevan,” tegas Qodari.

Ia menambahkan, kesalahan interpretasi tersebut menjadi contoh nyata bagaimana konten digital dapat menyesatkan, bahkan bagi kalangan terdidik sekalipun.

Bahaya Hoaks dan AI di Era Digital

Menurut Qodari, fenomena ini menunjukkan meningkatnya ancaman hoaks yang kini semakin canggih dengan bantuan teknologi AI.

“Ini contoh nyata bahaya hoaks dalam media sosial, termasuk yang memanfaatkan AI,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa siapa pun, termasuk tokoh publik, akademisi, maupun masyarakat umum, berpotensi menjadi korban disinformasi jika tidak berhati-hati.

Seruan Literasi Digital dan Verifikasi Informasi

Qodari menekankan pentingnya literasi digital sebagai benteng utama dalam menghadapi derasnya arus informasi di era digital.

“Kita harus lebih hati-hati, verifikasi setiap informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya,” pesannya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpancing oleh konten viral yang belum jelas kebenarannya.

Momentum Edukasi Publik

Kasus ini menjadi momentum penting bagi pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran terhadap bahaya hoaks dan manipulasi digital.

Dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, publik dituntut untuk lebih kritis dan selektif dalam menyaring informasi.

“Informasi yang tidak diverifikasi bisa merusak reputasi dan menimbulkan disinformasi luas,” menjadi pesan utama dalam pernyataan Qodari.


Poin Utama Berita

  • Qodari menyebut Amien Rais menjadi korban hoaks video
  • Tuduhan terhadap Seskab Teddy berasal dari konten tidak autentik
  • Hoaks diduga memanfaatkan teknologi AI dan manipulasi visual
  • Tokoh publik pun rentan terpapar disinformasi
  • Pemerintah dorong peningkatan literasi digital masyarakat
  • Imbauan untuk selalu verifikasi informasi sebelum menyebarkan
error: Content is protected !!