ESPORTS | Sentrapos.co.id — Performa EVOS Divine di ajang Free Fire World Series Southeast Asia (FFWS SEA) 2026 Spring tengah menjadi sorotan tajam publik esports. Tim berjuluk Macan Putih itu belum mampu tampil konsisten hingga akhir fase pertama babak Knockout dan kini tertahan di papan bawah klasemen sementara.
EVOS Divine hanya mampu menempati posisi ke-16 pada akhir week 2 dengan total 201 poin. Hasil tersebut cukup mengejutkan mengingat tim ini datang dengan status sebagai salah satu kekuatan terbesar Indonesia sekaligus juara dunia Free Fire.
Meski demikian, peluang EVOS Divine untuk lolos ke Grand Finals masih terbuka jika mampu bangkit pada pekan-pekan penentuan.
EVOS Divine Masih Punya Peluang ke Grand Finals
Kesempatan EVOS Divine untuk melaju ke babak final masih bergantung pada performa mereka di week 3 day 3 yang akan berlangsung Minggu (10/5/2026).
Pada fase tersebut, EVOS wajib tampil maksimal dan memburu posisi dua besar harian demi mengamankan tiket langsung menuju Grand Finals FFWS SEA 2026 Spring.
Tantangan itu dipastikan tidak mudah mengingat persaingan antar tim Asia Tenggara semakin ketat. Namun pengalaman dan mental juara EVOS masih dianggap menjadi modal penting untuk bangkit.
Analis ONIC Optimistis EVOS Bisa Lolos
Optimisme terhadap kebangkitan EVOS Divine juga datang dari analis ONIC, Dika. Ia menilai tim juara dunia seperti EVOS tidak bisa dipandang sebelah mata meski sedang mengalami penurunan performa.
“Menurut aku masih bisa lah EVOS lolos ke finals, jurdun kan jurdun. Masa juara dunia nggak bisa lolos 12 besar,” ujar Dika.
Pernyataan itu sekaligus menjadi suntikan semangat bagi para penggemar EVOS yang mulai khawatir dengan performa tim kesayangannya di turnamen regional terbesar Free Fire Asia Tenggara tersebut.
Faktor Permainan Agresif Jadi Kendala
Menurut Dika, peluang terbesar EVOS Divine kemungkinan akan muncul pada week 4 Knockout. Ia menilai gaya permainan agresif sejumlah tim lawan pada pekan sebelumnya cukup mengganggu ritme permainan EVOS.
“Di week keempat bisa lah, karena sudah nggak ada yang nabrak EVOS kayaknya,” tambahnya.
Ucapan tersebut merujuk pada strategi agresif beberapa tim yang sering memaksa EVOS bertarung lebih awal dan membuat rotasi mereka tidak berjalan maksimal.
EVOS Dituntut Bangkit dan Konsisten
Sebagai tim berstatus juara Esports World Cup 2025, EVOS Divine masih memiliki ekspektasi tinggi dari publik esports Indonesia.
Namun jika ingin menjaga peluang lolos tetap hidup, EVOS harus segera memperbaiki sejumlah aspek permainan mulai dari komunikasi tim, rotasi map, hingga pengambilan keputusan saat late game.
Konsistensi dan mental juara akan menjadi penentu utama apakah EVOS Divine mampu bangkit atau justru tersingkir lebih cepat dari FFWS SEA 2026 Spring.
Kini seluruh mata penggemar Free Fire Indonesia tertuju pada penampilan EVOS Divine di week 3 dan week 4 yang akan menjadi penentu nasib sang Macan Putih di panggung Asia Tenggara. (*)
Poin Utama Berita
- EVOS Divine masih terpuruk di FFWS SEA 2026 Spring.
- Tim juara dunia itu finis di posisi 16 klasemen sementara.
- EVOS baru mengumpulkan 201 poin hingga akhir week 2.
- Peluang lolos Grand Finals masih terbuka.
- Week 3 dan week 4 menjadi penentuan nasib EVOS.
- Analis ONIC optimistis EVOS bisa bangkit.
- Gaya permainan agresif lawan disebut mengganggu EVOS.
- Komunikasi dan konsistensi jadi pekerjaan rumah EVOS.
- Penggemar berharap mental juara EVOS kembali muncul.
- FFWS SEA 2026 Spring menjadi ujian berat sang Macan Putih.

















