Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
BIROKRASIINVESTIGASI & SOROTPERISTIWA

KNKT Ungkap Instruksi Pusdal Sebelum KA Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur

21
×

KNKT Ungkap Instruksi Pusdal Sebelum KA Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur

Sebarkan artikel ini
Foto: Rapat Kerja Komisi V DPR RI bersama pemerintah di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (21/5/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)
Foto: Rapat Kerja Komisi V DPR RI bersama pemerintah di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (21/5/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)
Example 468x60

Pusdal Disebut Tak Mendapat Gambaran Visual Kondisi Jalur Saat Insiden Terjadi

JAKARTA | Sentrapos.co.id – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkap instruksi yang diterima masinis KA Argo Bromo Anggrek sesaat sebelum terjadi tabrakan dengan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur.

Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono menjelaskan, pusat pengendali operasi (Pusdal) saat itu hanya meminta masinis mengurangi kecepatan dan memperbanyak Semboyan 35 setelah menerima informasi adanya insiden KRL yang menabrak taksi listrik di perlintasan.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Akibat insiden awal tersebut, satu rangkaian KRL arah Cikarang berhenti di Stasiun Bekasi Timur sebelum akhirnya tertabrak dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi.

“Masinis sudah melakukan pengereman setelah menerima berita bahwa di depan ada temperan,” kata Soerjanto Tjahjono di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (21/5/2026).

Menurut Soerjanto, masinis mulai melakukan pengereman dari jarak sekitar 1.300 meter setelah menerima informasi dari pengendali operasi di Pusdal.

Namun, pusat pengendali disebut tidak mengetahui secara pasti kondisi di lapangan karena komunikasi yang diterima hanya berupa suara tanpa dukungan visual.

“Kondisi lapangannya seperti apa dia enggak tahu, cuma memberi tahu bahwa ada temperan di depan,” ujarnya.

Karena keterbatasan informasi tersebut, instruksi yang diberikan kepada masinis hanya berupa pengurangan kecepatan dan membunyikan Semboyan 35 atau klakson panjang lokomotif sebagai tanda peringatan.

“Rem-rem dikit terus kemudian banyak-banyak melakukan semboyan 35,” jelas Soerjanto.

KNKT menyebut masinis telah merespons instruksi tersebut sesuai prosedur yang disampaikan pengendali operasi dari Manggarai.

Meski demikian, Pusdal tidak menginstruksikan penghentian penuh laju kereta karena belum memperoleh gambaran utuh mengenai kondisi sebenarnya di jalur rel.

“Mereka belum tahu kondisi lapangannya seperti apa, maka dia positive thinking saja bahwa kurangi kecepatan untuk berhati-hati,” kata Soerjanto.

Insiden tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line di Bekasi Timur sebelumnya menjadi perhatian publik karena melibatkan dua rangkaian kereta aktif dan mengganggu operasional perjalanan kereta di jalur padat Jabodetabek.

KNKT saat ini masih terus mendalami faktor teknis, komunikasi operasional, serta prosedur pengendalian perjalanan kereta guna mengungkap penyebab lengkap kecelakaan tersebut.

Investigasi KNKT diharapkan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan sistem keselamatan dan koordinasi operasional transportasi perkeretaapian nasional.

Pihak terkait juga diminta memperkuat sistem pemantauan visual dan komunikasi real-time guna meminimalkan risiko kecelakaan serupa di masa mendatang. (*)


Poin Utama Berita

  • KNKT mengungkap instruksi Pusdal kepada masinis KA Argo Bromo Anggrek.
  • Masinis diminta mengurangi kecepatan dan memperbanyak Semboyan 35.
  • Pusdal tidak mengetahui kondisi visual di lapangan secara langsung.
  • Masinis disebut sudah melakukan pengereman dari jarak 1.300 meter.
  • KRL arah Cikarang berhenti setelah insiden tabrakan dengan taksi listrik.
  • KA Argo Bromo kemudian menabrak KRL dari belakang di Bekasi Timur.
  • KNKT masih mendalami faktor komunikasi dan sistem pengendalian operasi.