Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
TEKNO & GAME

Mark Zuckerberg Kembangkan AI Kloning Dirinya, Bisa Jawab Pertanyaan Karyawan hingga Tiru Gaya Bicara

37
×

Mark Zuckerberg Kembangkan AI Kloning Dirinya, Bisa Jawab Pertanyaan Karyawan hingga Tiru Gaya Bicara

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | SentraPos.co.id – Bos Meta Platforms, Mark Zuckerberg, dilaporkan tengah mengembangkan kecerdasan buatan (AI) yang mereplikasi dirinya secara digital. Proyek ini memungkinkan “versi AI Zuckerberg” menjawab pertanyaan karyawan sekaligus meniru gaya komunikasi, intonasi suara, hingga pola pikir strategisnya.

Berdasarkan laporan Financial Times, teknologi tersebut sedang dilatih menggunakan data suara dan visual Zuckerberg untuk menghasilkan interaksi yang realistis dan personal.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

“Tujuan utamanya adalah membuat karyawan merasa lebih terhubung dengan kepemimpinan,” ungkap sumber internal yang mengetahui proyek tersebut.


AI yang Meniru Kepribadian CEO

AI ini tidak sekadar chatbot biasa. Sistem dirancang mampu meniru:

  • Cara berbicara Zuckerberg
  • Gaya penyampaian ide
  • Pendekatan dalam pengambilan keputusan bisnis

Zuckerberg bahkan disebut terlibat langsung dalam proses pelatihan model AI tersebut, memastikan hasilnya sesuai dengan karakter aslinya.

Langkah ini merupakan bagian dari transformasi besar Meta dalam memanfaatkan AI untuk meningkatkan efisiensi internal dan mempercepat ritme kerja perusahaan.


Evolusi dari Metaverse ke AI Personal

Upaya ini bukan yang pertama bagi Zuckerberg dalam menciptakan representasi digital dirinya. Pada 2022, ia sempat memperkenalkan avatar di dunia metaverse, meski menuai kritik publik karena kualitas visual yang dinilai kurang realistis.

Kini, pendekatan Meta lebih maju dengan menghadirkan karakter AI berbasis manusia nyata yang mampu berinteraksi secara natural.

“Kami merampingkan tim dan mengangkat kontributor individu untuk menyelesaikan lebih banyak pekerjaan,” kata Zuckerberg dalam pernyataan sebelumnya.


Potensi Besar untuk Kreator dan Influencer

Meta menilai teknologi ini tidak hanya berlaku untuk internal perusahaan, tetapi juga dapat diadopsi oleh kreator dan influencer dalam ekonomi digital.

Dengan AI berbasis persona, seorang tokoh publik dapat “hadir” secara virtual untuk:

  • Menjawab pertanyaan penggemar
  • Membuat konten otomatis
  • Meningkatkan interaksi digital

Hal ini membuka peluang baru dalam monetisasi dan skalabilitas personal branding.


Langkah Agresif Meta di Era AI

Selain proyek kloning AI, Meta juga baru meluncurkan model canggih bernama Muse Spark, yang mampu:

  • Menghitung kalori makanan dari foto
  • Menyusun rencana liburan keluarga
  • Memahami konteks visual dan bahasa secara simultan

Meski unggul dalam pemrosesan visual dan bahasa, model ini masih memiliki keterbatasan dalam pengkodean dan penalaran kompleks.


Masa Depan Interaksi Digital

Eksperimen ini menandai arah baru dalam interaksi manusia dengan teknologi, di mana batas antara individu nyata dan representasi digital semakin kabur.

“AI bukan lagi sekadar alat, tetapi representasi dari individu itu sendiri.”

Jika berhasil, teknologi ini berpotensi mengubah cara perusahaan berkomunikasi, bekerja, dan membangun hubungan dengan publik. (*)


Poin Utama Berita

  • Mark Zuckerberg kembangkan AI yang meniru dirinya
  • AI mampu menjawab pertanyaan dan meniru gaya komunikasi
  • Proyek bertujuan meningkatkan koneksi karyawan dengan pimpinan
  • Meta beralih dari metaverse ke fokus AI berbasis persona
  • Teknologi berpotensi digunakan kreator dan influencer
  • Meta juga meluncurkan model AI canggih Muse Spark
  • AI dinilai akan mengubah pola interaksi digital global
error: Content is protected !!