Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
HEADLINE NEWSINTERNASIONALPERISTIWA

Reza Pahlavi Disiram Cairan Merah di Berlin, Aksi Demonstran Picu Sorotan Dunia

26
×

Reza Pahlavi Disiram Cairan Merah di Berlin, Aksi Demonstran Picu Sorotan Dunia

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BERLIN | SentraPos.co.id – Insiden mengejutkan terjadi saat Reza Pahlavi, putra mendiang Shah Iran, mendapat serangan dari demonstran di Berlin, Jerman, Kamis (23/4/2026). Ia disiram cairan berwarna merah saat berjalan keluar dari Gedung Konferensi Pers Berlin.

Dalam video yang beredar luas di media sosial, tampak cairan merah membasahi bagian belakang jas biru gelap yang dikenakan Pahlavi. Meski demikian, ia terlihat tetap tenang dan melanjutkan aktivitasnya tanpa menunjukkan kepanikan.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Insiden terjadi usai Pahlavi menghadiri konferensi pers dalam rangka kunjungan pribadi ke Jerman. Di luar lokasi acara, sejumlah demonstran telah berkumpul sambil membawa atribut politik, termasuk bendera Iran pra-Iranian Revolution.

“Akan kah dunia bebas melakukan sesuatu, atau hanya menyaksikan pembantaian itu dalam diam?” tegas Pahlavi dalam pernyataannya.


Serangan Mendadak di Tengah Kerumunan

Saat meninggalkan gedung, Pahlavi sempat menjawab pertanyaan dari warga. Namun secara tiba-tiba, seorang pelaku dari arah belakang menyiramkan cairan merah ke tubuhnya.

Pengawal yang berada di lokasi langsung bertindak cepat dan mengamankan pelaku. Situasi sempat memanas, namun berhasil dikendalikan dalam waktu singkat.

Menariknya, Pahlavi tidak menghentikan langkahnya. Ia tetap berjalan dan bahkan menyapa para pendukung yang berada di lokasi.


Misi Politik dan Kritik terhadap Iran

Dalam konferensi pers sebelumnya, Pahlavi secara terbuka mengkritik pendekatan diplomasi antara Iran dan Barat, termasuk gencatan senjata dengan United States.

Menurutnya, diplomasi tidak lagi efektif dalam mengubah perilaku pemerintah Iran saat ini.

“Diplomasi sudah diberi kesempatan yang cukup,” ujarnya.

Ia juga mengungkap data terkait eksekusi tahanan politik di Iran, yang menurutnya menunjukkan kondisi hak asasi manusia yang memburuk.


Sosok Kontroversial di Balik Dinasti Shah

Reza Pahlavi merupakan putra dari Mohammad Reza Pahlavi, penguasa terakhir Iran sebelum digulingkan dalam Revolusi 1979. Sejak saat itu, ia hidup di pengasingan.

Dalam beberapa tahun terakhir, Pahlavi aktif menggalang dukungan internasional untuk perubahan rezim di Iran. Ia juga kerap menyerukan gerakan perlawanan terhadap pemerintah saat ini.

Langkah-langkah politiknya tersebut menuai pro dan kontra, baik di dalam maupun luar negeri.


Ketegangan Politik Kian Terbuka

Insiden penyiraman ini menjadi cerminan meningkatnya tensi politik terkait masa depan Iran, bahkan hingga ke luar negeri.

Aksi demonstrasi di Berlin menunjukkan bahwa isu Iran tidak hanya menjadi persoalan domestik, tetapi juga mendapat perhatian global.

“Insiden ini memperlihatkan betapa polarisasi politik Iran meluas hingga ke panggung internasional.” (*)


Poin Utama Berita

  • Reza Pahlavi disiram cairan merah oleh demonstran di Berlin
  • Insiden terjadi usai konferensi pers di Gedung Konferensi Pers Berlin
  • Pahlavi tetap tenang dan melanjutkan aktivitas
  • Pengawal langsung mengamankan pelaku
  • Pahlavi kritik diplomasi Barat terhadap Iran
  • Serukan perubahan rezim dan angkat isu HAM
  • Insiden mencerminkan meningkatnya tensi politik Iran di level global
error: Content is protected !!