Satwa Diduga Peliharaan Lepas Terpantau di Dinoyo hingga SDN Tlogomas 2, Profauna Sebut Berpotensi Agresif dan Berbahaya
MALANG | Sentrapos.co.id — Seekor monyet ekor panjang membuat resah warga Kota Malang setelah berkeliaran di sejumlah kawasan permukiman hingga lingkungan sekolah dalam beberapa hari terakhir.
Satwa liar tersebut diketahui muncul di beberapa titik wilayah Kecamatan Lowokwaru, mulai dari kawasan Mojolangu, Dinoyo, hingga lingkungan SD Negeri Tlogomas 2 di Jalan Raya Tlogomas.
Keberadaan monyet itu bahkan sempat terekam kamera ponsel warga saat bergelantungan di depan rumah warga di Jalan MT Haryono Gang VI dan viral di media sosial.
Dalam unggahan yang beredar, monyet tersebut disebut sempat masuk ke area sekolah dan memakan pisang sebelum kembali kabur.
“Setelah berkeliaran di Blimbing, Suhat, dan Dinoyo, monyet liar terpantau di SDN Tlogomas 2. Ia sempat makan pisang MBG sebelum kabur entah ke mana,” tulis unggahan media sosial yang viral, Jumat (22/5/2026).
Warga sekitar mengaku sempat melihat monyet tersebut berkeliaran pada pagi hari. Namun hingga siang hari, keberadaan satwa itu sudah tidak terlihat lagi.
“Sudah gak kelihatan lagi, pagi tadi sempat berkeliaran,” ujar Agus, salah satu warga di kawasan Jalan MT Haryono Gang VI.
Kemunculan monyet ekor panjang di area permukiman dan sekolah mendapat perhatian dari kalangan pegiat lingkungan. Ekolog Profauna Indonesia, Rosek Nursahid, menilai keberadaan satwa tersebut cukup berbahaya, terutama bagi anak-anak.
Menurut Rosek, monyet ekor panjang dikenal memiliki kemampuan adaptasi tinggi dan bisa bersikap agresif saat merasa terancam atau terganggu.
“Monyet ekor panjang cukup membahayakan terutama bagi anak-anak, karena dia agresif,” kata Rosek.
Ia menduga satwa tersebut bukan berasal dari habitat liar, melainkan kemungkinan merupakan hewan peliharaan warga yang lepas atau sengaja dilepas.
“Yang jadi pertanyaan, apakah itu memang lepas atau dilepas. Memelihara satwa ini cukup berisiko jika semakin besar akan agresif dan membahayakan,” tegasnya.
Rosek mengimbau masyarakat agar tidak mencoba menangkap atau mendekati monyet tersebut secara langsung demi menghindari risiko serangan.
Warga diminta segera melapor kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) apabila kembali melihat kemunculan satwa tersebut di lingkungan permukiman.
“Warga bisa lapor ke BKSDA agar bisa dilakukan penanganan dengan segera. Karena membahayakan,” tandasnya.
Kemunculan monyet ekor panjang di tengah kota kembali memunculkan perhatian terkait praktik pemeliharaan satwa liar yang dinilai berisiko terhadap keselamatan masyarakat maupun kesejahteraan hewan itu sendiri. (*)
Poin Utama Berita
- Monyet ekor panjang berkeliaran di sejumlah kawasan Kota Malang.
- Satwa terlihat di permukiman warga hingga lingkungan SDN Tlogomas 2.
- Video kemunculan monyet viral di media sosial.
- Warga menyebut monyet sempat muncul pada pagi hari lalu menghilang.
- Profauna menilai monyet ekor panjang berpotensi agresif dan berbahaya.
- Satwa diduga merupakan hewan peliharaan yang lepas atau dilepas.
- Warga diminta tidak mendekati atau menangkap monyet secara langsung.
- BKSDA diminta segera melakukan penanganan terhadap satwa tersebut.

















