Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
INVESTIGASI & SOROTPENDIDIKAN & KESEHATANPERISTIWASOSIAL POLITIK

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Empat Pilar Kalbar Usai Polemik Jawaban Benar Dianggap Salah

40
×

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Empat Pilar Kalbar Usai Polemik Jawaban Benar Dianggap Salah

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id – Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI resmi menonaktifkan dewan juri dan pembawa acara (MC) dalam ajang Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat usai muncul polemik penilaian yang viral di media sosial.

Keputusan itu diambil setelah publik menyoroti insiden saat jawaban peserta dari SMAN 1 Pontianak yang dinilai benar justru dianggap salah oleh dewan juri pada babak final lomba.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Dalam pernyataan resminya, Sekretariat Jenderal MPR RI menyampaikan bahwa langkah penonaktifan dilakukan sebagai bentuk evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Panitia pelaksana dari Sekretariat Jenderal MPR RI telah menonaktifkan Dewan Juri dan MC pada kegiatan LCC ini,” tulis pernyataan resmi MPR RI, Selasa (12/5/2026).

MPR RI Minta Maaf ke Publik

Tak hanya menonaktifkan juri dan MC, MPR RI juga menyampaikan permohonan maaf atas polemik yang terjadi dalam lomba tersebut.

MPR mengakui adanya kelalaian dalam proses penilaian yang memicu kontroversi dan kritik publik.

“MPR RI menyampaikan permohonan maaf atas kelalaian Dewan Juri yang menyebabkan polemik pelaksanaan LCC Empat Pilar,” demikian pernyataan resmi MPR.

Kasus ini menjadi viral setelah video protes peserta dari SMAN 1 Pontianak beredar luas di media sosial dan menuai simpati publik.

Kronologi Jawaban Sama, Nilai Berbeda

Polemik terjadi saat sesi rebutan dalam babak final LCC Empat Pilar Kalbar yang digelar di Pontianak pada 9 Mei 2026.

Pertanyaan yang diberikan berbunyi:

“DPR dalam memilih anggota BPK wajib memperhatikan pertimbangan dari lembaga mana?”

Peserta Regu C dari SMAN 1 Pontianak menjawab:

“Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih DPR dengan memperhatikan pertimbangan DPD dan diresmikan Presiden.”

Namun jawaban tersebut justru dianggap salah dan membuat tim mendapat pengurangan nilai minus lima poin.

Tak lama kemudian, pertanyaan yang sama diberikan kepada Regu B dari SMAN 1 Sambas dengan jawaban yang dinilai publik identik.

Menariknya, jawaban Regu B justru dinyatakan benar dan memperoleh tambahan 10 poin.

Keputusan tersebut langsung diprotes peserta SMAN 1 Pontianak karena merasa memberikan jawaban yang sama.

MPR Janji Evaluasi Total Sistem Penilaian

MPR RI menegaskan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelaksanaan LCC Empat Pilar.

Evaluasi mencakup aspek teknis lomba, mekanisme penilaian, verifikasi jawaban peserta, hingga tata kelola keberatan dalam kompetisi.

“Evaluasi dilakukan agar pelaksanaan ke depan semakin baik, transparan, dan akuntabel,” tulis MPR RI.

Selain itu, MPR juga menyampaikan apresiasi kepada peserta, guru pendamping, panitia daerah, serta masyarakat yang memberikan perhatian terhadap kualitas pendidikan kebangsaan.

Kasus ini menjadi perhatian luas publik karena menyangkut integritas penilaian dalam ajang pendidikan nasional yang melibatkan pelajar tingkat SMA. (*)


Poin Utama Berita

  • MPR RI menonaktifkan juri dan MC LCC Empat Pilar Kalbar.
  • Polemik muncul setelah jawaban peserta dianggap salah padahal dinilai sama.
  • Video protes siswi SMAN 1 Pontianak viral di media sosial.
  • MPR RI menyampaikan permohonan maaf kepada publik.
  • Jawaban Regu C dikurangi nilai, sedangkan jawaban serupa Regu B dinilai benar.
  • MPR akan mengevaluasi sistem penilaian dan mekanisme lomba.
  • Kasus memicu sorotan publik soal transparansi penjurian.
  • Evaluasi dilakukan demi menjaga integritas pendidikan kebangsaan.