Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
DAERAHGAYA HIDUP & KOMUNITASPERISTIWAVIRAL

VIRAL! Yakuza Maneges Dideklarasikan di Kediri, Gus Thuba Rangkul “Santri Jalur Kiri” Lewat Dakwah Jalanan

34
×

VIRAL! Yakuza Maneges Dideklarasikan di Kediri, Gus Thuba Rangkul “Santri Jalur Kiri” Lewat Dakwah Jalanan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

KEDIRI | Sentrapos.co.id – Nama “Yakuza Maneges” mendadak menjadi sorotan publik setelah resmi dideklarasikan di Kota Kediri, Jawa Timur.

Meski menggunakan nama yang identik dengan mafia Jepang, komunitas tersebut justru hadir sebagai gerakan sosial dan spiritual yang mengusung dakwah inklusif untuk merangkul masyarakat marginal dan kelompok yang selama ini dianggap terpinggirkan.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Komunitas ini dipimpin tokoh muda asal Kediri, Gus Thuba, yang dikenal dekat dengan kultur pesantren dan spiritualitas jalanan.

Deklarasi Yakuza Maneges turut dihadiri Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati dan sejumlah tokoh masyarakat.

“Yakuza Maneges merupakan tempat bagi saudara-saudara kita yang sering disebut santri jalur kiri,” ujar Gus Thuba dalam deklarasi komunitas tersebut.

Terinspirasi Dakwah Gus Miek

Gus Thuba diketahui merupakan cucu dari ulama kharismatik asal Kediri, KH Hamim Tohari Djazuli atau yang lebih dikenal sebagai Gus Miek.

Nama Gus Miek dikenal luas karena pendekatan dakwahnya yang berbeda dari kebanyakan ulama pada masanya.

Ia dikenal dekat dengan kalangan preman, seniman jalanan, hingga masyarakat marginal.

Gus Miek juga mendirikan Jamaah Al-Khidmah dan Jamuro (Jamaah Muji Rosul), yang fokus mengajak masyarakat melalui zikir dan selawat di luar lingkungan formal pesantren maupun masjid.

“Orang yang tidak bisa diajak ke masjid, ya didatangi di tempatnya,” menjadi filosofi dakwah Gus Miek yang kini diwarisi Gus Thuba.

Menurut Gus Thuba, pendekatan tersebut menjadi dasar lahirnya Yakuza Maneges.

Makna Nama Yakuza Maneges

Nama “Yakuza” sempat memicu kontroversi karena identik dengan organisasi kriminal Jepang.

Namun Gus Thuba menegaskan komunitas tersebut sama sekali tidak berkaitan dengan praktik kriminal.

Dalam filosofi yang dibangun, Yakuza Maneges justru mengusung semangat kemanusiaan, spiritualitas jalanan, dan solidaritas akar rumput.

Istilah “santri jalur kiri” yang digunakan merujuk pada orang-orang yang pernah tersesat atau hidup di lingkungan keras namun memiliki keinginan memperbaiki diri.

Sementara kata “Maneges” dalam bahasa Jawa berarti jernih atau bening.

“Yang terlihat keras di luar belum tentu buruk di dalam. Banyak yang sebenarnya ingin berubah,” kata Gus Thuba.

Didukung Pemkot Kediri

Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menyambut positif lahirnya komunitas tersebut.

Menurutnya, Pemerintah Kota Kediri terbuka terhadap komunitas yang membawa dampak sosial positif bagi masyarakat.

“Perubahan tidak selalu lahir dari atas. Kadang justru muncul dari kelompok pinggiran yang ingin bangkit,” ujar Vinanda.

Ia juga menegaskan Pemkot Kediri siap bersinergi dengan komunitas yang memiliki semangat inklusif dan kemanusiaan.

Selain Wali Kota Kediri, deklarasi Yakuza Maneges juga dihadiri Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Edy Herwiyanto yang turut memberikan apresiasi.

Kehadiran Yakuza Maneges kini menjadi perbincangan publik karena menghadirkan model dakwah dan gerakan sosial dengan pendekatan nonkonvensional di tengah masyarakat. (*)


Poin Utama Berita

  • Yakuza Maneges resmi dideklarasikan di Kota Kediri.
  • Komunitas dipimpin Gus Thuba, cucu ulama kharismatik Gus Miek.
  • Gerakan mengusung dakwah inklusif dan spiritualitas jalanan.
  • Nama Yakuza dipilih bukan untuk identitas kriminal.
  • Komunitas merangkul masyarakat marginal dan “santri jalur kiri”.
  • Filosofi gerakan terinspirasi pendekatan dakwah Gus Miek.
  • Wali Kota Kediri mendukung gerakan sosial tersebut.
  • Yakuza Maneges menjadi sorotan publik dan viral di media sosial.