Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
BOLA

Persipura Gagal Promosi, Kerusuhan Pecah di Stadion Lukas Enembe

37
×

Persipura Gagal Promosi, Kerusuhan Pecah di Stadion Lukas Enembe

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAYAPURA | Sentrapos.co.id — Kericuhan besar pecah usai laga Persipura Jayapura kontra Adhyaksa FC pada babak play-off promosi Championship Liga 2 2025-2026 di Stadion Lukas Enembe, Jumat (8/5/2026).

Pertandingan yang berakhir dengan skor 0-1 untuk kemenangan Adhyaksa FC itu sekaligus memupus harapan Persipura Jayapura kembali tampil di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Kekalahan di kandang sendiri memicu emosi sebagian suporter yang kemudian melakukan aksi anarkis di dalam hingga luar stadion.

Situasi memanas sesaat setelah wasit asal Uzbekistan, Asker Nadjafaliev, meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan.

Sejumlah oknum suporter dilaporkan mencoba melempar wasit dan menyerbu area lapangan.

Tak hanya itu, pemain Adhyaksa FC yang hendak masuk ke ruang ganti juga sempat menjadi sasaran pelampiasan kekecewaan para pendukung Persipura.

Kerusuhan kemudian meluas hingga ke luar stadion. Sejumlah fasilitas dilaporkan dirusak, aparat keamanan dilempari, bahkan kendaraan yang terparkir di sekitar Stadion Lukas Enembe dibakar massa.

PSSI Soroti Insiden Memalukan

Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, menyatakan pihaknya sangat menyayangkan insiden kericuhan yang terjadi di Jayapura tersebut.

Menurut Yunus, PSSI memberikan perhatian serius terhadap kejadian itu karena dinilai mencoreng citra sepak bola nasional yang saat ini masih berada dalam pengawasan FIFA.

“PSSI sangat menyayangkan terjadinya kericuhan di Jayapura dan tentu memberikan perhatian serius terhadap insiden tersebut,” ujar Yunus Nusi.

PSSI mengaku tidak menyangka insiden tersebut terjadi mengingat masyarakat Papua dikenal memiliki kecintaan besar terhadap sepak bola, khususnya Persipura Jayapura.

“Kami mengetahui masyarakat Papua dan suporter Persipura sangat mencintai sepak bola,” tambahnya.

PSSI Ingatkan Dampak Buruk bagi Sepak Bola Indonesia

Yunus Nusi menegaskan setiap hasil pertandingan, baik menang, kalah maupun imbang, harus diterima dengan sikap dewasa dan lapang dada.

Menurutnya, kericuhan di stadion hanya akan merugikan seluruh pihak dan menghambat kemajuan sepak bola nasional.

“Dalam sebuah pertandingan, menang, kalah, atau seri adalah hal yang pasti terjadi. Tidak mungkin semua pertandingan berakhir sesuai harapan,” katanya.

PSSI juga mengingatkan bahwa keamanan stadion menjadi tanggung jawab bersama agar sepak bola Indonesia dapat berkembang menjadi tontonan yang aman dan nyaman bagi masyarakat.

“Apabila terjadi kericuhan dan keributan, semua pihak akan dirugikan dan tidak ada yang diuntungkan,” tegas Yunus.

Persipura Kembali Gagal ke Liga Tertinggi

Kekalahan dari Adhyaksa FC membuat Persipura Jayapura kembali gagal promosi ke Liga 1 musim depan.

Hasil tersebut memperpanjang penantian klub berjuluk Mutiara Hitam itu untuk kembali tampil di kasta tertinggi sepak bola nasional setelah beberapa musim terakhir terpuruk di Liga 2.

Insiden kericuhan ini juga diperkirakan akan menjadi perhatian serius operator kompetisi dan Komite Disiplin PSSI karena melibatkan tindakan anarkis yang membahayakan keselamatan pertandingan. (*)


Poin Utama Berita

  • Persipura Jayapura kalah 0-1 dari Adhyaksa FC pada play-off promosi Liga 2.
  • Kekalahan membuat Persipura gagal promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
  • Kericuhan pecah usai pertandingan di Stadion Lukas Enembe.
  • Oknum suporter menyerang wasit asal Uzbekistan dan melempari aparat.
  • Kendaraan di sekitar stadion dilaporkan dibakar massa.
  • PSSI menyayangkan insiden tersebut dan memberi perhatian serius.
  • FIFA disebut masih memonitor sepak bola Indonesia.
  • PSSI meminta suporter menjaga keamanan dan ketertiban stadion.