Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
HIBURAN, TOKOH & OLAHRAGAHOBI, GAYA HIDUP & KOMUNITASSHOWBIZWISATA & KULINER

Pesulap Merah Datangi Gunung Kawi Malang, Bongkar Mitos Pesugihan dan Ajak Masyarakat Berpikir Logis

30
×

Pesulap Merah Datangi Gunung Kawi Malang, Bongkar Mitos Pesugihan dan Ajak Masyarakat Berpikir Logis

Sebarkan artikel ini
Pesulap Merah Gunung Kawi, Marcel Radhival Foto : Tangkapan Layar
Pesulap Merah Gunung Kawi, Marcel Radhival Foto : Tangkapan Layar
Example 468x60

Kedatangan Marcel Radhival di kawasan ritual Gunung Kawi viral, pengelola sambut positif edukasi lawan penipuan mistis

MALANG | Sentrapos.co.id – Kawasan wisata ritual Keraton Gunung Kawi di Kabupaten Malang, Jawa Timur, mendadak menjadi sorotan publik setelah didatangi Marcel Radhival atau yang lebih dikenal sebagai Pesulap Merah.

Sosok yang dikenal vokal membongkar trik dukun palsu dan praktik penggandaan uang abal-abal itu hadir langsung di lokasi yang selama ini identik dengan mitos pesugihan dan ritual mistis.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Kedatangan Marcel sontak memicu perhatian masyarakat hingga ramai diperbincangkan di media sosial.

Dalam video yang diunggah melalui akun media sosial pribadinya, Marcel terlihat menyusuri kawasan Keraton Gunung Kawi sambil menggali informasi dari masyarakat dan juru kunci terkait stigma pesugihan yang selama ini melekat pada tempat tersebut.

“Sekarang saya ada di Keraton Gunung Kawi. Kita akan ngobrol-ngobrol sama kuncen atau guide yang ada di sini,” ujar Marcel dalam videonya.

Pesulap Merah Gali Sejarah dan Luruskan Persepsi

Berbeda dari dugaan banyak orang yang mengira Marcel akan melakukan aksi pembongkaran ekstrem, kali ini Pesulap Merah justru memilih pendekatan edukatif.

Ia tampak lebih fokus menggali sejarah kawasan Keraton Gunung Kawi dan meluruskan berbagai persepsi keliru yang berkembang di masyarakat.

Marcel menegaskan bahwa ada perbedaan besar antara menjaga warisan budaya dan sejarah dengan praktik penipuan berkedok mistis yang memanfaatkan kepercayaan masyarakat.

“Saya datang ke sini bukan untuk merusak adat, melainkan untuk mengedukasi masyarakat agar bisa membedakan mana tempat bersejarah yang harus dihormati dan mana oknum yang memanfaatkan tempat ini untuk penipuan mistis,” tegas Marcel.

Menurutnya, masyarakat perlu membangun pola pikir logis tanpa kehilangan rasa hormat terhadap nilai budaya dan sejarah yang ada.

Pengelola Gunung Kawi Sambut Positif Kehadiran Marcel

Kehadiran Pesulap Merah juga mendapat respons positif dari pihak pengelola dan sesepuh Keraton Gunung Kawi.

Mereka menyambut baik langkah edukasi yang dibawa Marcel, terutama dalam upaya mengubah stigma negatif Gunung Kawi yang selama ini sering dikaitkan dengan praktik pesugihan.

Pihak pengelola berharap kehadiran Marcel dapat membantu masyarakat memahami bahwa kawasan tersebut juga memiliki nilai sejarah dan budaya yang penting.

“Berpikir logis itu perlu agar kita tidak mudah tertipu,” ujar Marcel.

Fenomena viral ini sekaligus memunculkan kembali perdebatan publik mengenai batas antara kepercayaan budaya, spiritualitas, dan praktik penipuan berkedok mistis yang kerap merugikan masyarakat.

Di sisi lain, kedatangan Pesulap Merah dinilai membawa pendekatan edukatif yang lebih rasional tanpa menyinggung nilai adat maupun budaya lokal. (*)


Poin Utama Berita

  • Pesulap Merah mendatangi kawasan ritual Keraton Gunung Kawi Malang.
  • Kedatangannya viral di media sosial dan menarik perhatian publik.
  • Marcel menggali informasi soal mitos pesugihan Gunung Kawi.
  • Ia menegaskan datang untuk edukasi, bukan merusak adat.
  • Pesulap Merah mengajak masyarakat berpikir logis dan kritis.
  • Pengelola Gunung Kawi menyambut positif kehadiran Marcel.
  • Edukasi dinilai penting untuk melawan penipuan berkedok mistis.
  • Gunung Kawi diharapkan tidak lagi dipandang hanya sebagai lokasi pesugihan.