Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
DAERAH | REGIONALPERISTIWA

Korban Hilang Saat Flushing Sungai Brantas Tulungagung Ditemukan Meninggal di Kediri

36
×

Korban Hilang Saat Flushing Sungai Brantas Tulungagung Ditemukan Meninggal di Kediri

Sebarkan artikel ini
Korban tenggelam saat flushing sungai Brantas ditemukan tewas/Foto: Dokumen Basarnas
Korban tenggelam saat flushing sungai Brantas ditemukan tewas/Foto: Dokumen Basarnas
Example 468x60

Tim SAR gabungan temukan jasad korban sejauh 35 kilometer dari lokasi awal tenggelam saat berburu ikan mabuk

TULUNGAGUNG | Sentrapos.co.id – Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan Mustofa (45), warga Desa Bendosari, Kecamatan Ngantru, Tulungagung, yang sebelumnya dilaporkan hilang saat berburu ikan usai momen flushing Sungai Brantas.

Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di aliran Sungai Brantas wilayah Kediri pada Rabu (20/5/2026) sekitar pukul 09.30 WIB.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Penemuan jasad korban sekaligus mengakhiri operasi pencarian yang dilakukan tim SAR gabungan sejak korban dilaporkan tenggelam sehari sebelumnya.

Dantim Operasi Pos Basarnas Trenggalek, Nuryono, mengatakan lokasi penemuan korban berjarak sekitar 35 kilometer dari titik awal kejadian di Tulungagung.

“Lokasi jasad korban masih berada di aliran Sungai Brantas, tapi masuk di wilayah Kediri,” ujar Nuryono.

Korban Tenggelam Saat Berburu Ikan Mabuk

Sebelumnya, Mustofa diketahui mencari ikan bersama rekannya usai kegiatan flushing Sungai Brantas pada Selasa (19/5/2026) pagi.

Saat sedang berburu ikan mabuk di tepian sungai, korban diduga terpeleset hingga jatuh ke aliran sungai yang memiliki arus cukup deras.

Korban kemudian tenggelam dan terseret arus sebelum akhirnya dinyatakan hilang.

Peristiwa tersebut langsung memicu operasi pencarian besar-besaran oleh tim SAR gabungan.

Operasi SAR Libatkan Basarnas hingga BPBD

Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas Trenggalek, BPBD Tulungagung, Damkar, serta relawan potensi SAR diterjunkan untuk melakukan penyisiran sepanjang aliran Sungai Brantas.

Setelah dilakukan proses evakuasi, jasad korban dibawa ke RS Bhayangkara Kediri guna proses identifikasi lebih lanjut.

“Dengan ditemukannya korban maka operasi SAR resmi kami tutup,” jelas Nuryono.

Pihak Basarnas memastikan seluruh personel yang terlibat operasi pencarian telah dikembalikan ke satuan dan instansi masing-masing.

Imbauan Waspada Saat Aktivitas di Sungai

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sungai, terutama pasca flushing atau pembukaan aliran bendungan yang dapat menyebabkan arus sungai menjadi lebih deras dan berbahaya.

Aktivitas berburu ikan mabuk yang kerap dilakukan warga usai flushing juga dinilai memiliki risiko tinggi apabila tidak dilakukan dengan memperhatikan faktor keselamatan. (*)


Poin Utama Berita

  • Korban hilang di Sungai Brantas Tulungagung ditemukan meninggal di Kediri.
  • Jasad korban ditemukan sejauh 35 kilometer dari lokasi awal tenggelam.
  • Korban diketahui bernama Mustofa (45), warga Ngantru Tulungagung.
  • Korban tenggelam saat berburu ikan mabuk usai flushing sungai.
  • Tim SAR gabungan melakukan pencarian sejak Selasa pagi.
  • Operasi melibatkan Basarnas, BPBD, Damkar, dan relawan SAR.
  • Jasad korban dievakuasi ke RS Bhayangkara Kediri.
  • Operasi SAR resmi ditutup setelah korban ditemukan.