Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
INTERNASIONALPERISTIWA

Putin dan Xi Jinping Kompak Kecam Proyek ‘Golden Dome’ Trump, Dinilai Ancam Stabilitas Dunia

23
×

Putin dan Xi Jinping Kompak Kecam Proyek ‘Golden Dome’ Trump, Dinilai Ancam Stabilitas Dunia

Sebarkan artikel ini
Putin (kiri) dan Xi Jinping (kanan) Kompak Kecam Proyek ‘Golden Dome’
Putin (kiri) dan Xi Jinping (kanan) Kompak Kecam Proyek ‘Golden Dome’
Example 468x60

Rusia dan China Sebut Sistem Perisai Anti-Rudal AS Bisa Picu Ketegangan Nuklir Baru dan Ganggu Keseimbangan Strategis Global

BEIJING | Sentrapos.co.id – Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping secara terbuka mengecam rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump membangun sistem pertahanan anti-rudal canggih bernama Golden Dome.

Kecaman tersebut disampaikan dalam pernyataan bersama usai pertemuan bilateral Putin dan Xi Jinping di Beijing, Rabu (20/5/2026).

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Dalam pernyataan resmi itu, Rusia dan China menilai proyek pertahanan global Amerika Serikat tersebut berpotensi mengancam stabilitas strategis dunia dan memicu ketegangan geopolitik baru antarnegara pemilik senjata nuklir.

“Proyek Golden Dome AS menimbulkan ancaman nyata terhadap stabilitas strategis,” demikian bunyi pernyataan bersama Rusia-China yang dikutip Reuters.

Golden Dome Dinilai Ganggu Keseimbangan Kekuatan Dunia

Menurut Rusia dan China, proyek Golden Dome dirancang sebagai sistem pertahanan rudal global berlapis yang mampu mendeteksi, mencegat, hingga menghancurkan berbagai jenis rudal musuh di semua tahap penerbangan, bahkan sebelum diluncurkan.

Sistem tersebut disebut akan didukung jaringan satelit canggih, teknologi otomatis, hingga senjata yang ditempatkan di orbit luar angkasa.

Moskow dan Beijing menilai konsep pertahanan semacam itu justru bertentangan dengan prinsip dasar keseimbangan strategis global yang selama ini menjadi fondasi pengendalian senjata nuklir dunia.

“Rencana ini bertentangan dengan prinsip utama menjaga stabilitas strategis,” lanjut pernyataan tersebut.

Rusia dan China menegaskan keseimbangan antara sistem pertahanan dan senjata ofensif merupakan faktor penting untuk mencegah pecahnya konflik besar antarnegara berkekuatan militer tinggi.

Rusia-China Soroti Berakhirnya Perjanjian Nuklir AS-Rusia

Selain menyoroti Golden Dome, Rusia dan China juga mengkritik kebijakan Amerika Serikat yang dinilai membiarkan perjanjian pengendalian senjata nuklir New START tahun 2010 berakhir tanpa adanya kesepakatan pengganti.

Menurut keduanya, berakhirnya perjanjian tersebut memperbesar risiko perlombaan senjata baru di tingkat global.

Dalam pernyataan bersama, Rusia dan China juga memperingatkan adanya rencana sejumlah negara untuk menempatkan rudal jarak menengah dan jarak pendek berbasis darat yang dianggap dapat mengancam keamanan negara lain.

“Kebijakan serangan pendahuluan atau preventif sangat mengganggu stabilitas dan menimbulkan ancaman strategis,” tegas pernyataan itu.

Dunia Khawatir Perlombaan Senjata Baru

Rencana pembangunan Golden Dome oleh Donald Trump dinilai menjadi salah satu isu strategis global yang dapat memicu ketegangan baru antara Amerika Serikat, Rusia, dan China.

Pengamat hubungan internasional menilai pengembangan sistem pertahanan rudal skala global berpotensi memicu perlombaan teknologi militer baru, termasuk pengembangan senjata hipersonik dan sistem pertahanan luar angkasa.

Selain itu, ketegangan geopolitik antara kekuatan besar dunia dikhawatirkan semakin meningkat di tengah situasi global yang masih dipenuhi konflik kawasan, perang proxy, dan persaingan pengaruh internasional.

Pertemuan Putin dan Xi Jinping di Beijing juga dinilai memperlihatkan semakin eratnya koordinasi strategis Rusia dan China dalam menghadapi dominasi geopolitik Amerika Serikat di panggung global. (*)


Poin Utama Berita

  • Vladimir Putin dan Xi Jinping mengecam proyek anti-rudal Golden Dome milik Donald Trump.
  • Rusia dan China menilai proyek tersebut mengancam stabilitas strategis dunia.
  • Golden Dome disebut mampu mendeteksi dan menghancurkan rudal di semua tahap penerbangan.
  • Sistem pertahanan AS akan melibatkan jaringan satelit dan teknologi luar angkasa.
  • Rusia-China menilai proyek itu bertentangan dengan prinsip keseimbangan senjata global.
  • Kedua negara juga mengkritik berakhirnya perjanjian nuklir New START.
  • Dunia dikhawatirkan menghadapi perlombaan senjata baru antarnegara besar.
  • Hubungan strategis Rusia dan China dinilai semakin solid menghadapi AS.