JAKARTA | Sentrapos.co.id — Hubungan antara presenter kondang Ruben Onsu dan mantan istrinya, Sarwendah, kembali memanas. Konflik pasca-perceraian yang awalnya berfokus pada jadwal pertemuan anak kini kian meruncing hingga menyeret persoalan aset harta gana-gini.
Ruben Onsu menegaskan bahwa polemik ini sebenarnya tidak perlu diperpanjang jika pihak Sarwendah konsisten mematuhi kesepakatan pembagian waktu pengasuhan anak yang telah ditentukan. Menurut Ruben, rumitnya komunikasi saat ini membuat dirinya kesulitan untuk menghabiskan waktu bersama buah hatinya.
“Sebenarnya kayaknya nggak perlu damai, tinggal ditaati aja yang sudah ada gitu,” ujar Ruben Onsu dengan nada tegas kepada wartawan di kawasan Kebayoran, Jakarta Selatan, Jumat (19/6/2026).
Persoalan Pembagian Waktu dan Tuduhan Nafkah
Berdasarkan putusan atau kesepakatan awal, Ruben menjelaskan bahwa dirinya memiliki hak legal untuk ikut aktif mengurus anak-anaknya dengan pembagian hari yang jelas. Namun, dalam pelaksanaannya, Ruben menilai pihak mantan istri kerap mempersulit keadaan.
“Jadi keputusan pengadilan itu kan memang ada empat hari bersama beliau, ada tiga hari bersama saya gitu aja. Cuma kan sepertinya kan belok-belok, belok-belok jadinya ke mana-mana gitu jadinya. Cuma itu doang sebenarnya, se-simpel itu aja,” ungkap Ruben kecewa.
Ruben kini hanya menuntut keadilan agar haknya sebagai ayah tidak diamputasi. Ia menyayangkan rumitnya akses untuk sekadar membawa anak-anaknya pergi bersama.
“Itu aja, itu yang nggak dapet-dapet poinnya. Saya mau jalan sama anak saya aja, dah gitu. Jadi itu yang agak susah gitu ya,” sambungnya.
Saling Tuding Soal Utang dan Hak Asuh ke Jalur Hukum
Di sisi lain, kubu Sarwendah sebelumnya sempat melontarkan tudingan miring. Pihak Sarwendah menyebut Ruben Onsu sudah tidak memenuhi kewajiban nafkah untuk kedua putrinya selama enam bulan terakhir. Tak hanya itu, urusan rumah yang diduga dijadikan jaminan utang perusahaan milik Ruben turut diungkit ke publik.
Gerah dengan situasi yang terus “belok-belok” dan berkembang menjadi bola liar, pihak Ruben Onsu kini tengah mematangkan persiapan untuk melayangkan gugatan resmi ke pengadilan terkait hak asuh anak.
Langkah hukum progresif ini diambil sebagai jalur konstitusional terakhir agar jadwal pertemuan dan hak asuh memiliki kekuatan hukum tetap yang mengikat, sehingga polemik serupa tidak terus berulang di masa depan. Sebagai informasi, Ruben Onsu dan Sarwendah telah resmi diputus cerai oleh pengadilan pada 24 September 2024 lalu. (*)
Poin Utama Berita
-
Akses Anak Dipersulit: Ruben Onsu merasa Sarwendah tidak mematuhi kesepakatan pembagian waktu asuh anak (4 hari bersama ibu, 3 hari bersama ayah).
-
Siapkan Gugatan Baru: Ruben Onsu tengah mematangkan gugatan resmi ke pengadilan demi mengikat hak asuh anak secara hukum yang berkekuatan tetap.
-
Tudingan Nafkah & Aset: Hubungan keduanya makin keruh setelah pihak Sarwendah mengklaim Ruben tidak memberi nafkah selama 6 bulan dan menyentil masalah jaminan utang rumah.
-
Tuntutan Keadilan: Ruben menyatakan persoalan ini sangat simpel dan hanya meminta keadilan agar bisa leluasa bertemu serta berjalan-jalan dengan anaknya.
-
Status Perceraian: Polemik ini merupakan kelanjutan dari hubungan pasca-cerai keduanya yang resmi berpisah sejak September 2024.
















