Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
ADV CEREMONIALBIROKRASIPERISTIWAWISATA & KULINER

Surabaya Vaganza 2026 Meriahkan HJKS ke-733, Ribuan Warga Padati Jalan Tunjungan hingga Bambu Runcing

32
×

Surabaya Vaganza 2026 Meriahkan HJKS ke-733, Ribuan Warga Padati Jalan Tunjungan hingga Bambu Runcing

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SURABAYA | Sentrapos.co.id — Kemeriahan menyelimuti Kota Surabaya saat parade tahunan Surabaya Vaganza 2026 resmi digelar pada Sabtu (16/5/2026) malam dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733.

Mengusung tema “Festival of Lights, Garden of Hope”, parade visual spektakuler tersebut berhasil menyedot ribuan warga yang memadati sepanjang rute mulai dari Tugu Pahlawan hingga kawasan Monumen Bambu Runcing.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Sejak siang hingga sore hari, antusiasme masyarakat sudah terlihat di sejumlah titik parade. Banyak warga rela mengantre demi mendapatkan posisi terbaik untuk menyaksikan iring-iringan kendaraan hias dan pertunjukan seni.

Untuk mendukung kelancaran acara, sejumlah ruas jalan protokol ditutup sementara dan dijaga ketat oleh petugas gabungan.

Tingginya jumlah pengunjung bahkan membuat area parkir penuh hingga menyebabkan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tunjungan turut ditutup sementara.

Plt Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya, Herry Purwadi, mengungkapkan panitia memilih menggelar doa bersama sebagai ikhtiar menghadapi potensi hujan dibanding menggunakan pawang hujan.

“Kami sudah meminta doa bersama anak-anak yatim agar cuaca terang dan acara berjalan lancar,” ujar Herry Purwadi, Sabtu (16/5/2026).

Menurutnya, doa bersama dan santunan kepada sekitar 20 anak yatim telah dilakukan beberapa hari sebelum acara berlangsung.

Meski sempat diguyur gerimis tipis menjelang akhir acara, kondisi cuaca secara umum tetap mendukung jalannya parade.

Parade sendiri mulai dipersiapkan sejak pukul 16.00 WIB di Jalan Johar sebelum resmi diberangkatkan pukul 18.00 WIB dari kawasan Tugu Pahlawan.

“Ada sekitar 17 mobil hias dan 20 peserta defile dari komunitas, sekolah, universitas hingga Akademi Angkatan Laut,” tambah Herry.

Rute Surabaya Vaganza melintasi Jalan Tembaan, Gemblongan, Siola, Jalan Tunjungan, Hotel Majapahit, Gedung Grahadi, Taman Apsari, Balai Pemuda, Jalan Panglima Sudirman hingga finish di Monumen Bambu Runcing.

Kemeriahan parade dibuka dengan marching band dan kirab peserta berkostum lampu bercahaya yang langsung menarik perhatian penonton.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi juga tampak menyapa warga dari atas kendaraan hias yang melintas di tengah parade.

Berbagai instalasi kreatif turut memeriahkan acara, mulai dari replika pohon bercahaya, barisan pembawa obor api, kostum burung Cenderawasih, hingga replika kapal raksasa.

Pertunjukan seni tradisional seperti Tari Remo, Kuda Lumping, hingga permainan egrang sukses memancing sorak-sorai penonton.

Suasana semakin semarak saat sejumlah kontingen memutar lagu-lagu populer dari Dewa 19 hingga musik dangdut yang memicu aksi sing along massal di sepanjang Jalan Tunjungan.

“Iringan marching band dan lagu ‘Selamat Ulang Tahun’ dari Jamrud benar-benar berkesan,” ujar Bella (26), salah satu penonton.

Menjelang akhir acara, armada Pemadam Kebakaran (Damkar) melintas di kawasan finish Monumen Bambu Runcing sekitar pukul 21.35 WIB sebagai penanda penutupan parade.

Petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya juga langsung bergerak membersihkan sampah sisa acara sebelum akses jalan kembali dibuka untuk umum.

Surabaya Vaganza 2026 akhirnya resmi ditutup dengan pesta kembang api yang menghiasi langit Kota Pahlawan dan disambut antusias warga. (*)


Poin Utama Berita

  • Surabaya Vaganza 2026 digelar meriah dalam rangka HJKS ke-733.
  • Ribuan warga memadati Jalan Tunjungan hingga Monumen Bambu Runcing.
  • Parade mengusung tema “Festival of Lights, Garden of Hope”.
  • Terdapat 17 mobil hias dan 20 peserta defile dari berbagai komunitas.
  • Wali Kota Eri Cahyadi turut menyapa warga dari kendaraan hias.
  • Pertunjukan Tari Remo, marching band, hingga replika kapal raksasa memukau penonton.
  • Acara ditutup dengan pesta kembang api dan pembersihan cepat oleh DLH.