Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
DAERAHPENDIDIKAN & KESEHATANPERISTIWAVIRAL

Viral Asap Pembakaran Sampah di Baleendah Bandung, Warga Keluhkan Ganggu Kesehatan dan Lingkungan

17
×

Viral Asap Pembakaran Sampah di Baleendah Bandung, Warga Keluhkan Ganggu Kesehatan dan Lingkungan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BANDUNG | Sentrapos.co.id — Kepulan asap tebal dari aktivitas pembakaran sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Kampung Cembul Pojok, Desa Rancamanyar, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, viral di media sosial dan memicu sorotan publik.

Video yang beredar memperlihatkan asap hitam membumbung tinggi dari area TPS hingga dikeluhkan warga sekitar karena dinilai mengganggu kenyamanan, mencemari lingkungan, dan berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Berdasarkan pantauan di lokasi, TPS tersebut berdiri di atas lahan milik pribadi dan yayasan yang dikelola warga setempat. Sejumlah petugas tampak memilah dan memasukkan jenis sampah tertentu ke dalam tungku pembakaran berbentuk persegi.

Pembakaran Sampah Sudah Berlangsung 5 Tahun

Salah seorang pengelola TPS, Bunyamin (57), mengakui aktivitas pembakaran sampah memang sudah berlangsung sejak TPS berdiri sekitar lima tahun lalu.

Menurutnya, sampah yang dikelola berasal dari warga RW 09, 10, dan 16 Desa Rancamanyar.

“Aktivitas pembakaran ini sudah berlangsung sejak TPS berdiri sekitar lima tahun lalu,” ujar Bunyamin, Kamis (7/5/2026).

Meski demikian, ia membantah seluruh asap yang viral di media sosial berasal dari TPS yang dikelolanya. Bunyamin menyebut terdapat beberapa titik pembakaran lain di sekitar wilayah tersebut.

“Di sini banyak titik pembakaran, bukan hanya di TPS ini saja. Kadang tukang rongsok juga membakar sampah di sekitar sini,” jelasnya.

Ia juga menegaskan proses pembakaran tidak dilakukan pada malam hari dan petugas selalu memastikan api benar-benar padam setelah aktivitas selesai.

DLH dan Satgas Citarum Harum Turun Tangan

Viralnya video tersebut membuat sejumlah pihak turun langsung melakukan inspeksi ke lokasi, mulai dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), pihak kecamatan, Polsek hingga Satgas Citarum Harum.

Hasil inspeksi sementara mendorong perubahan pola pengelolaan sampah agar tidak lagi dilakukan dengan pembakaran terbuka.

“Solusinya sekarang sampah dimasukkan ke karung dulu, nanti diangkut DLH. Jadi tidak dibakar terbuka lagi,” kata Bunyamin.

Pemerintah daerah juga mendorong proses pemilahan sampah agar volume sampah yang dibakar dapat dikurangi secara bertahap.

Terkendala Lahan dan Sarana Pengelolaan

Bunyamin mengungkapkan pihak pengelola sebenarnya pernah mengajukan bantuan mesin insinerator untuk pengolahan sampah beberapa tahun lalu. Namun, pengadaan tersebut terkendala masalah lahan.

Kini pihaknya berharap ada dukungan pemerintah maupun donatur untuk membantu pembangunan fasilitas pengelolaan sampah yang lebih aman dan ramah lingkungan.

“Mudah-mudahan ada bantuan atau donatur untuk mendukung pengelolaan sampah yang lebih baik,” ungkapnya.

Relawan Kebersihan Soroti Pembatasan di Sarimukti

Sementara itu, relawan kebersihan setempat, Ertandi, menyebut para petugas selama ini bekerja secara swadaya untuk menjaga lingkungan dan mencegah banjir akibat sampah liar.

Menurutnya, keterbatasan akses pembuangan sampah ke Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Sarimukti membuat persoalan sampah di wilayah tersebut semakin sulit ditangani.

“Kami berharap pemerintah lebih memperhatikan pengelolaan sampah di sini karena sekarang ada pembatasan juga di Sarimukti,” ujarnya.

Kasus ini kembali menjadi sorotan terkait darurat pengelolaan sampah di Bandung Raya, terutama dampak pembakaran terbuka terhadap kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan. (*)


Poin Utama Berita

  • Video asap pembakaran sampah di Baleendah Bandung viral di media sosial.
  • Warga mengeluhkan asap tebal mengganggu kesehatan dan lingkungan.
  • TPS di Kampung Cembul Pojok dikelola warga setempat.
  • Pembakaran sampah disebut sudah berlangsung sekitar lima tahun.
  • Pengelola membantah seluruh asap berasal dari TPS tersebut.
  • DLH, Polsek, dan Satgas Citarum Harum turun melakukan inspeksi.
  • Pemerintah mendorong penghentian pembakaran terbuka.
  • Sampah diarahkan dikarungi untuk diangkut DLH.
  • Pengadaan mesin insinerator terkendala masalah lahan.
  • Relawan kebersihan menyoroti pembatasan pembuangan ke Sarimukti.