BOYOLALI | Sentrapos.co.id — Video kondisi shelter emergency di jalur pendakian Gunung Merbabu via Gancik, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, yang dijebol pendaki viral di media sosial dan memicu perdebatan publik. Di satu sisi aksi tersebut dianggap merusak fasilitas, namun di sisi lain pengelola mengaku memahami kondisi darurat yang dihadapi pendaki saat badai melanda kawasan gunung.
Video viral itu diunggah akun media sosial @wahyu.glece dan langsung menyita perhatian ribuan warganet. Dalam unggahan tersebut terlihat pintu shelter emergency di Pos 2 jalur pendakian Merbabu via Gancik dalam kondisi rusak.
“Yang merasa merusak dan membuang sampah di shelter emergency Merbabu via Gancik tolong segera konfirmasi atau kami kejar dan cari sampai rumah kalian,” tulis unggahan viral tersebut.
Unggahan itu juga menjelaskan bahwa shelter emergency awalnya tidak dikunci agar bisa digunakan pendaki saat kondisi darurat. Namun karena sering dijadikan tempat membuang sampah, akhirnya pintu shelter dikunci oleh pengelola.
Diduga Dijebol Saat Pendaki Terjebak Badai
Pengelola Basecamp Gancik, Gusdur Priyanto, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, perusakan pintu shelter diduga terjadi saat cuaca buruk dan badai menerjang kawasan Gunung Merbabu beberapa hari lalu.
Pendaki diduga menjebol pintu shelter karena membutuhkan tempat perlindungan untuk menyelamatkan diri dari cuaca ekstrem di gunung.
“Kalau memang sudah urgen ya mau gimana lagi. Kita juga maklum karena nyawa yang paling utama,” ujar Gusdur Priyanto, Kamis (7/5/2026).
Ia mengungkapkan, dari hasil pengecekan ditemukan bekas aktivitas istirahat di dalam shelter yang menguatkan dugaan bahwa pendaki menggunakan tempat tersebut untuk berteduh saat badai terjadi.
Shelter Sempat Dikunci karena Dijadikan Tempat Sampah
Menurut pengelola, sebelumnya shelter emergency memang sengaja dibiarkan terbuka agar mudah diakses pendaki saat situasi darurat. Namun kondisi berubah setelah shelter justru sering dipenuhi sampah yang ditinggalkan pendaki tidak bertanggung jawab.
Akibatnya, pihak pengelola memutuskan mengunci shelter untuk menjaga kebersihan dan fasilitas tetap terawat.
“Dulu tidak dikunci, tapi malah dijadikan tempat sampah. Dikunci salah, tidak dikunci juga jadi tempat sampah,” kata Gusdur.
Meski demikian, pengelola memastikan akan mengevaluasi sistem pengamanan shelter emergency agar tetap dapat difungsikan sesuai tujuan utama, yakni menyelamatkan pendaki dalam kondisi darurat.
Sorotan Etika Pendaki Gunung
Kasus viral ini kembali memunculkan sorotan terkait etika pendaki gunung dalam menjaga fasilitas umum dan kelestarian alam.
Banyak warganet menilai keselamatan memang menjadi prioritas utama saat terjadi badai di gunung. Namun pendaki juga diingatkan agar tetap menjaga fasilitas pendakian dan tidak meninggalkan sampah di area shelter maupun jalur pendakian.
Selain itu, pengelola gunung di berbagai daerah diharapkan dapat meningkatkan sistem mitigasi cuaca ekstrem serta fasilitas keselamatan bagi pendaki.
Shelter emergency dibangun sebagai tempat perlindungan sementara saat cuaca ekstrem dan kondisi darurat di jalur pendakian gunung.
Peristiwa ini pun menjadi pengingat penting bahwa keselamatan pendaki dan kesadaran menjaga lingkungan harus berjalan beriringan di kawasan wisata alam dan pendakian. (*)
Poin Utama Berita
- Shelter emergency Gunung Merbabu via Gancik viral usai dijebol pendaki.
- Video kerusakan shelter ramai di media sosial.
- Shelter berada di Pos 2 jalur pendakian Merbabu.
- Pendaki diduga menjebol pintu saat badai melanda gunung.
- Pengelola mengaku memaklumi karena faktor keselamatan jiwa.
- Shelter sebelumnya dikunci karena sering dijadikan tempat sampah.
- Pengelola akan mengevaluasi sistem shelter emergency.
- Warganet menyoroti etika pendaki gunung.
- Keselamatan dan kebersihan jalur pendakian jadi perhatian.
- Cuaca ekstrem di gunung disebut semakin berbahaya bagi pendaki.

















