Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
HUKUM & KRIMINALPENDIDIKAN & KESEHATANPERISTIWAVIRAL

Viral ‘Begal Pantat’ di Magelang Terekam CCTV, Pelaku Bermotor Tanpa Pelat Diduga Incar Mahasiswi

31
×

Viral ‘Begal Pantat’ di Magelang Terekam CCTV, Pelaku Bermotor Tanpa Pelat Diduga Incar Mahasiswi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

MAGELANG | Sentrapos.co.id — Aksi dugaan pelecehan seksual jalanan atau yang dikenal publik dengan istilah “begal pantat” kembali menghebohkan media sosial. Kali ini, peristiwa tersebut terjadi di kawasan Santan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, dan terekam kamera CCTV warga.

Video rekaman kejadian viral setelah diunggah salah satu akun media sosial lokal. Dalam rekaman CCTV itu terlihat dua perempuan berhijab sedang berjalan kaki di pinggir jalan pada siang hari.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Tak lama kemudian, seorang pria yang mengendarai sepeda motor matik tanpa pelat nomor terlihat membuntuti korban dari belakang sebelum mendekat dan diduga melakukan tindakan pelecehan fisik terhadap salah satu perempuan tersebut.

Rekaman CCTV Jadi Sorotan Warganet

Video viral tersebut salah satunya diunggah akun Instagram @magelang_raya dan langsung memicu kemarahan publik.

Dalam keterangannya disebutkan aksi dugaan pelecehan itu terjadi pada Rabu (6/5/2026) sekitar pukul 12.00 WIB di wilayah Santan, Mertoyudan, Magelang.

“Pelaku berhasil terekam CCTV,” tulis akun media sosial yang mengunggah video tersebut.

Warganet ramai mengecam aksi pelaku yang dinilai meresahkan dan membahayakan perempuan di ruang publik, terutama karena dilakukan secara terang-terangan di siang hari.

Korban Datangi Ketua RT untuk Cek CCTV

Ketua RT 03/RW 01 Santan, Kelurahan Sumberejo, Heri Basuki, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengatakan salah satu penghuni kos mendatanginya untuk meminta bantuan melihat rekaman CCTV usai mengalami dugaan pelecehan.

“Dia datang untuk melihat rekaman CCTV karena baru saja dilecehkan,” ujar Heri Basuki, Kamis (7/5/2026).

Setelah dilakukan pengecekan, rekaman CCTV memang memperlihatkan adanya aksi pengendara motor yang mendekati korban dan melakukan tindakan tidak pantas.

Menurut Heri, peristiwa terjadi saat kondisi jalan relatif sepi sekitar pukul 12.03 WIB hingga 12.05 WIB.

Pelaku Diduga Sudah Mengintai Korban

Dari hasil pengamatan CCTV, pelaku diduga sudah mengincar korban sejak dari kejauhan sebelum akhirnya mendekat menggunakan sepeda motor matik tanpa pelat nomor kendaraan.

“Sepertinya pelaku sudah mengamati dari jauh lalu mendekat dan melakukan tindakan itu,” jelas Heri.

Korban diketahui berjalan bersama temannya saat hendak kembali ke tempat kos.

Warga juga menduga pelaku sengaja melepas pelat nomor motornya agar sulit dikenali saat melakukan aksinya.

Polisi Belum Terima Laporan Resmi

Sementara itu, Kapolsek Mertoyudan AKP Aris Mulyono mengatakan hingga kini pihak kepolisian belum menerima laporan resmi dari korban terkait kejadian tersebut.

“Belum ada laporan. Kami tetap monitor,” kata AKP Aris Mulyono.

Meski demikian, video viral tersebut kini menjadi perhatian masyarakat dan aparat diminta segera melakukan penelusuran untuk mencegah aksi serupa kembali terjadi.

Waspada Pelecehan Jalanan

Kasus ini kembali menjadi pengingat penting terkait ancaman pelecehan seksual di ruang publik yang masih marak terjadi.

Masyarakat, khususnya perempuan, diimbau tetap waspada saat beraktivitas di jalan, terutama di area sepi. Warga juga diminta segera melapor kepada aparat jika mengalami atau menyaksikan tindakan mencurigakan.

Pelecehan seksual di ruang publik merupakan tindak yang meresahkan dan dapat berdampak psikologis serius bagi korban.

Peristiwa viral di Magelang ini kini menjadi sorotan luas dan memicu desakan agar pelaku segera diidentifikasi serta ditindak sesuai hukum yang berlaku. (*)


Poin Utama Berita

  • Video dugaan “begal pantat” viral di Magelang.
  • Aksi pelecehan terjadi di Santan, Mertoyudan.
  • Peristiwa terekam kamera CCTV warga.
  • Pelaku mengendarai motor matik tanpa pelat nomor.
  • Korban diduga seorang mahasiswi.
  • Pelaku diduga sudah mengincar korban dari kejauhan.
  • Korban mendatangi Ketua RT untuk mengecek CCTV.
  • Warganet ramai mengecam aksi pelecehan di jalanan.
  • Polisi mengaku belum menerima laporan resmi.
  • Kasus memicu perhatian soal keamanan perempuan di ruang publik.