Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
HEADLINE NEWSINTERNASIONALPERISTIWA

Xi Jinping Sebut China dan AS Harus Jadi Mitra, Bukan Saingan Saat Bertemu Donald Trump

26
×

Xi Jinping Sebut China dan AS Harus Jadi Mitra, Bukan Saingan Saat Bertemu Donald Trump

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BEIJING | Sentrapos.co.id – Presiden China Xi Jinping menyerukan hubungan kemitraan antara China dan Amerika Serikat saat membuka pertemuan bilateral dengan Presiden AS Donald Trump di Beijing, Kamis (14/5/2026).

Dalam pidatonya, Xi menegaskan bahwa dua negara dengan kekuatan ekonomi terbesar dunia itu seharusnya bekerja sama demi stabilitas global, bukan justru terjebak dalam rivalitas berkepanjangan.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

“Kita harus menjadi mitra, bukan saingan, meraih kesuksesan bersama, makmur bersama, dan menciptakan jalan yang benar bagi negara-negara besar di era baru untuk saling bermitra,” ujar Xi Jinping.

Pernyataan tersebut langsung menjadi sorotan dunia karena disampaikan di tengah tensi geopolitik dan perang dagang yang masih membayangi hubungan Washington-Beijing.

Xi Singgung “Perangkap Thucydides”

Dalam kesempatan itu, Xi Jinping juga menggambarkan situasi global saat ini sebagai periode penuh ketidakpastian dan perubahan besar.

Ia menyebut dunia kini berada di “persimpangan jalan baru” yang akan menentukan arah hubungan antarnegara besar di masa depan.

Xi kemudian menyinggung istilah “Perangkap Thucydides”, konsep yang menggambarkan risiko konflik ketika kekuatan baru mulai menyaingi kekuatan dominan dunia.

“Pertanyaannya sekarang adalah apakah China dan AS dapat melampaui apa yang disebut Perangkap Thucydides dan mempelopori paradigma baru hubungan negara-negara besar,” kata Xi.

Pernyataan tersebut dipandang sebagai pesan diplomatik penting untuk meredam ketegangan antara dua negara adidaya yang selama beberapa tahun terakhir terlibat persaingan ekonomi, teknologi, dan geopolitik.

Trump Puji Hubungan dengan Xi Jinping

Menanggapi sambutan Xi Jinping, Donald Trump memuji hubungan personal yang selama ini terjalin dengan pemimpin China tersebut.

Trump juga menegaskan delegasi Amerika Serikat datang dengan harapan tercapainya pembahasan konstruktif terkait perdagangan timbal balik dan kerja sama ekonomi.

“Kami memiliki rasa hormat yang besar terhadap Presiden Xi dan berharap dapat membahas perdagangan yang saling menguntungkan,” ujar Trump.

Pertemuan ini dinilai menjadi momentum penting untuk memperbaiki hubungan bilateral yang sempat memanas akibat perang tarif dan pembatasan perdagangan dalam beberapa tahun terakhir.

Trump Boyong CEO Teknologi Raksasa ke Beijing

Kunjungan Trump ke Beijing juga menarik perhatian karena membawa sejumlah CEO perusahaan teknologi terbesar dunia.

Dalam rombongan delegasi AS terlihat nama-nama besar seperti:

  • Jensen Huang (Nvidia)
  • Elon Musk (Tesla)

Kehadiran para petinggi teknologi tersebut dipandang sebagai sinyal kuat bahwa pemerintahan Trump ingin mendorong kesepakatan bisnis strategis dengan China.

Selain agenda bilateral dan jamuan makan kenegaraan, Trump juga dijadwalkan mengunjungi Kuil Surga di Beijing, situs warisan dunia yang memiliki nilai historis penting dalam budaya China.

Pertemuan Bersejarah di Tengah Ketegangan Global

Lawatan Trump ke Beijing menjadi kunjungan presiden Amerika Serikat pertama ke China dalam hampir satu dekade sejak kunjungannya pada 2017.

Usai kunjungan sebelumnya, hubungan AS-China sempat memanas akibat kebijakan tarif dan pembatasan perdagangan yang memicu perang dagang global.

Meski kedua negara sempat mencapai kesepakatan “gencatan senjata” pada Oktober lalu, ketegangan terkait perdagangan, teknologi, hingga pengaruh geopolitik masih menjadi tantangan besar.

Pertemuan Xi Jinping dan Donald Trump kali ini pun dipandang dunia sebagai salah satu momentum diplomatik paling penting tahun 2026.

Dunia Menanti Dampak Pertemuan Xi-Trump

Pengamat internasional menilai hasil pertemuan dua pemimpin tersebut berpotensi memengaruhi arah ekonomi global, pasar keuangan, hingga stabilitas geopolitik internasional.

Jika kedua negara berhasil membangun komunikasi yang lebih stabil, maka ketegangan ekonomi global diperkirakan dapat mereda.

Namun sebaliknya, kegagalan mencapai titik temu juga berpotensi memicu kembali ketidakpastian ekonomi dunia. (*)


Poin Utama Berita

  • Xi Jinping dan Donald Trump bertemu di Beijing.
  • Xi menyerukan China dan AS menjadi mitra, bukan saingan.
  • Presiden China menyinggung “Perangkap Thucydides”.
  • Trump memuji hubungan dengan Xi Jinping.
  • Delegasi AS ingin membahas perdagangan timbal balik.
  • Trump membawa CEO Nvidia dan Tesla ke China.
  • Pertemuan dunia soroti masa depan hubungan AS-China.
  • KTT dinilai berpotensi memengaruhi ekonomi global.