3. Iconic Species & High Carbon Value:
F. Taman Nasional Tanjung Puting
Geologi: Lahan gambut kaya karbon.
Ekosistem: Hutan rawa gambut.
Satwa kunci: Orangutan Kalimantan (dilindungi), bekantan.
G. Taman Nasional Ujung Kulon
Geologi: Kawasan pesisir dan hutan hujan tropis.
Ekosistem: Hutan dataran rendah & pantai.
Satwa kunci: Badak Jawa (sangat langka), banteng.
H. Taman Nasional Way Kambas
Geologi: Dataran rendah dengan rawa dan sungai.
Ekosistem: Hutan dataran rendah & savana.
Satwa kunci: Gajah Sumatera, Harimau Sumatera (dilindungi).
4. Lowland/Upland Ecosystem:
I. Taman Nasional Sebangau :
Geologi: Gambut dalam penyimpan karbon global.
Ekosistem: Hutan rawa gambut.
Satwa kunci: orangutan, macan dahan.
J. Taman Nasional Gunung Leuser :
Geologi: Pegunungan dan hutan tropis luas.
Ekosistem: Hutan hujan dataran rendah hingga pegunungan.
Satwa kunci: orangutan, harimau Sumatera, badak Sumatera.
5. Karst Ecosystem:
K. Taman Nasional Manusela :
Geologi: Pegunungan kapur (karst) dengan gua dan sungai bawah tanah.
Ekosistem: Hutan hujan tropis.
Satwa kunci: burung endemik Seram, kuskus.
6. Community Participation & Access:
L. Taman Nasional Mutis Timau :
Geologi: Pegunungan kering berbasis batuan tua.
Ekosistem: Hutan pegunungan dan savana.
Satwa kunci: rusa timor, burung endemik Timor.
M. Taman Nasional Mamberamo Foja :
Geologi: Kawasan hutan tropis terpencil dengan pegunungan tua.
Ekosistem: Hutan hujan primer sangat alami.
Satwa kunci: cendrawasih, kanguru pohon, spesies endemik baru.
Menuju Konservasi Berkelas Dunia
Program ini menjadi bagian dari upaya besar pemerintah untuk meningkatkan kualitas pengelolaan kawasan konservasi Indonesia agar mampu bersaing di tingkat global.
Selain menjaga kelestarian alam, program ini juga diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.
Edukatif
Ke-13 taman nasional ini mewakili keragaman geologi dan ekosistem Indonesia: dari gunung api aktif, laut karang, hutan gambut, hingga karst dan hutan purba Papua.
Selain menyimpan kekayaan alam, kawasan ini juga menjadi rumah bagi satwa langka dunia yang sebagian besar berstatus dilindungi dan terancam punah.
Yang artinya, menjaga taman nasional bukan hanya soal konservasi, tetapi juga menjaga masa depan ekologi, ekonomi, dan keberlanjutan Indonesia.
(*Redaksi/Humas Kemenhut)
Poin Utama Berita
- 13 taman nasional ditetapkan sebagai pilot project konservasi kelas dunia
- Kemenhut prioritaskan pendekatan “ecology before tourism”
- Masyarakat dilibatkan sebagai bagian penting pengelolaan
- Satgas pembiayaan inovatif dibentuk melalui Keppres 2026
- Hashim Djojohadikusumo ditunjuk sebagai ketua satgas
- Fokus pada keberlanjutan dan ekowisata berbasis masyarakat
- Program ditargetkan meningkatkan standar global konservasi Indonesia
- Taman nasional ditegaskan sebagai aset strategis bangsa

















