TEHERAN | Sentrapos.co.id — Isu perpecahan internal di lingkaran kekuasaan Iran semakin mencuat di tengah mandeknya negosiasi strategis dengan Amerika Serikat.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian bersama Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf dikabarkan geram terhadap Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi. Keduanya bahkan disebut mempertimbangkan langkah tegas berupa pencopotan jabatan.
Ketegangan ini dipicu dugaan bahwa Araghchi menjalankan instruksi dari Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) tanpa koordinasi dengan pemerintah sipil, khususnya terkait pembicaraan nuklir yang sensitif.
Konflik Internal: Loyalitas Dipertanyakan
Sumber internal menyebut, Araghchi dinilai tidak menjalankan fungsi sebagai pejabat eksekutif negara, melainkan lebih mengikuti arahan militer.
“Ia dianggap bertindak seperti perpanjangan tangan IRGC, bukan sebagai Menteri Luar Negeri yang independen,” ungkap sumber yang mengetahui situasi tersebut.
Presiden Pezeshkian disebut kecewa karena dalam dua pekan terakhir tidak mendapatkan laporan perkembangan diplomasi secara memadai.
“Jika hal ini terulang, pemecatan menjadi opsi nyata,” tegas sumber tersebut.
IRGC vs Pemerintah Sipil
Perselisihan ini mencerminkan tarik-menarik kekuasaan antara pemerintah sipil dan struktur militer elite Iran.
Nama Ahmad Vahidi disebut sebagai tokoh kunci yang diduga memberi instruksi langsung kepada Araghchi dalam isu nuklir.
Ketegangan ini bukan yang pertama. Sebelumnya, laporan pada Maret 2026 juga mengungkap konflik antara Presiden dan elite militer terkait dampak kebijakan terhadap ekonomi nasional.
Dampak ke Negosiasi Nuklir
Perpecahan elite ini dinilai memperumit jalannya negosiasi nuklir antara Iran dan Amerika Serikat yang sudah mengalami kebuntuan.
Mantan Presiden AS Donald Trump bahkan menyoroti kondisi tersebut.
“Ada dua hingga empat kelompok di Iran, kepemimpinannya tidak terkoordinasi,” ujar Trump.
“Mereka ingin membuat kesepakatan, tapi semuanya kacau.”
Ancaman Stabilitas Politik
Situasi ini berpotensi memperlemah posisi diplomasi Iran di panggung global, sekaligus menambah ketidakpastian terhadap arah kebijakan luar negeri negara tersebut.
Jika konflik internal terus berlanjut, bukan hanya posisi Menlu yang terancam, tetapi juga stabilitas politik Iran secara keseluruhan.
“Perpecahan internal bisa menjadi faktor utama kegagalan diplomasi Iran di tengah tekanan global.” (*)
Poin Utama Berita
- Presiden Iran ancam pecat Menteri Luar Negeri
- Konflik dipicu dugaan loyalitas Araghchi ke IRGC
- Ketegangan antara pemerintah sipil dan militer memanas
- Negosiasi nuklir Iran-AS semakin terhambat
- Trump sebut kepemimpinan Iran tidak terkoordinasi
- Perselisihan elite Iran sudah muncul sejak Maret 2026
- Ahmad Vahidi disebut tokoh berpengaruh dalam konflik
- Stabilitas politik Iran terancam akibat perpecahan internal

















