WASHINGTON | Sentrapos.co.id — Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas. Presiden AS, Donald Trump, menyatakan keraguannya terhadap proposal damai terbaru yang diajukan Teheran dan membuka kemungkinan dilanjutkannya aksi militer.
Pernyataan itu disampaikan Trump pada Sabtu (2/5/2026) sebelum bertolak ke Florida. Ia mengaku telah menerima gambaran awal proposal tersebut, namun belum meninjau secara lengkap isi dokumen resmi.
“Mereka memberi tahu saya tentang konsep kesepakatan itu. Saya akan segera melihat redaksi lengkapnya,” ujar Trump.
Trump: Proposal Sulit Diterima
Meski belum membaca detail lengkap, Trump langsung menunjukkan sikap skeptis terhadap proposal Iran.
Ia menilai Iran belum cukup bertanggung jawab atas berbagai tindakan yang terjadi sejak Revolusi 1979.
“Saya sulit membayangkan ini bisa diterima. Mereka belum membayar harga yang cukup atas apa yang telah mereka lakukan selama puluhan tahun,” tegas Trump.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa peluang kesepakatan damai masih jauh dari kata pasti.
Ancaman Militer Masih Terbuka
Trump juga tidak menutup kemungkinan opsi militer kembali digunakan jika Iran dinilai melanggar komitmen.
“Jika mereka berperilaku buruk atau melakukan sesuatu yang buruk, kita lihat saja. Itu kemungkinan yang bisa terjadi,” ujarnya.
Sikap ini menunjukkan pendekatan keras Washington dalam menghadapi Teheran.
Iran Ajukan Skema Baru untuk Perdamaian
Di sisi lain, pemerintah Iran melalui Menteri Luar Negeri, Abbas Araqchi, mengusulkan pendekatan baru dalam negosiasi.
Proposal tersebut mencakup:
- Pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz
- Penghentian blokade oleh AS
- Penundaan pembahasan program nuklir ke tahap akhir
Langkah ini disebut bertujuan menciptakan suasana negosiasi yang lebih kondusif dan mempercepat tercapainya kesepakatan.
“Isu nuklir yang kompleks dipindahkan ke tahap akhir agar proses negosiasi berjalan lebih efektif,” ujar pejabat Iran.
Iran Minta Jaminan Keamanan
Selain itu, Iran juga meminta jaminan bahwa Amerika Serikat dan Israel tidak akan melancarkan serangan militer kembali jika kesepakatan damai tercapai.
Permintaan ini menjadi salah satu poin krusial dalam negosiasi yang tengah berlangsung.
Risiko Konflik Global Masih Tinggi
Situasi ini menunjukkan bahwa ketegangan antara kedua negara masih berada pada titik rawan.
Jika negosiasi gagal, potensi eskalasi konflik dapat berdampak luas terhadap:
- Stabilitas kawasan Timur Tengah
- Jalur perdagangan global
- Harga energi dunia
Ketidakpastian ini membuat dunia internasional terus memantau perkembangan hubungan AS dan Iran.
Diplomasi atau Konflik?
Saat ini, dunia menunggu keputusan Washington atas proposal Iran. Apakah jalur diplomasi akan dipilih, atau konflik justru kembali memanas.
Keputusan akhir akan menjadi penentu arah stabilitas geopolitik global dalam waktu dekat. (*)
Poin Utama Berita
- Donald Trump meragukan proposal damai terbaru dari Iran
- AS membuka kemungkinan kembali melakukan serangan militer
- Trump menilai Iran belum bertanggung jawab atas tindakan masa lalu
- Iran mengusulkan pembukaan Selat Hormuz dan penghentian blokade
- Negosiasi nuklir diusulkan ditunda ke tahap akhir
- Iran meminta jaminan tidak ada serangan dari AS dan Israel
- Ketegangan berpotensi berdampak pada stabilitas global
- Dunia menunggu keputusan akhir dari Amerika Serikat

















