Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
HEADLINE NEWSINTERNASIONALPERISTIWA

AS Jual Senjata ke Qatar-Israel di Tengah Perang Iran, Trump Terjepit: Konflik Memanas, Dunia Terancam!

22
×

AS Jual Senjata ke Qatar-Israel di Tengah Perang Iran, Trump Terjepit: Konflik Memanas, Dunia Terancam!

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

WASHINGTON DC | Sentrapos.co.id — Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kian memuncak. Amerika Serikat resmi menyetujui penjualan senjata bernilai miliaran dolar kepada Qatar dan Israel, di tengah konflik berkepanjangan yang melibatkan Iran.

Keputusan ini disampaikan melalui pemberitahuan resmi Departemen Luar Negeri AS kepada Kongres sebagai bagian dari strategi kebijakan luar negeri dan keamanan nasional.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Penjualan Senjata Bernilai Fantastis

AS menyetujui penjualan sistem rudal Patriot senilai 4 miliar dolar AS kepada Qatar, serta sistem senjata presisi hampir 1 miliar dolar AS kepada Israel.

Langkah ini dinilai sebagai upaya memperkuat sekutu strategis di kawasan yang tengah dilanda konflik intens.

“Penjualan ini merupakan bagian dari kepentingan keamanan nasional dan stabilitas kawasan,” demikian pernyataan resmi pemerintah AS.

Konflik Iran-AS Masuk Fase Kritis

Presiden AS, Donald Trump, menyatakan bahwa permusuhan langsung antara AS dan Iran telah berakhir sejak April 2026.

“Tidak ada baku tembak sejak 7 April. Permusuhan telah berakhir,” tulis Trump dalam surat resmi kepada Kongres.

Namun, fakta di lapangan menunjukkan konflik belum benar-benar reda, dengan berbagai eskalasi yang masih terjadi.

Serangan Israel dan Korban Jiwa

Di sisi lain, serangan militer Israel di Lebanon selatan dilaporkan menewaskan sedikitnya 13 orang, meski gencatan senjata disebut masih berlaku.

Situasi ini menunjukkan konflik kawasan masih sangat rentan dan berpotensi meluas.

AS Tarik Pasukan dari Jerman

Pentagon juga mengumumkan rencana penarikan sekitar 5.000 tentara AS dari Jerman dalam satu tahun ke depan.

Langkah ini disebut berkaitan dengan penyesuaian strategi militer global AS di tengah konflik Timur Tengah.

Iran Serukan “Perang Ekonomi”

Pemimpin Iran, Mojtaba Khamenei, menyerukan rakyatnya untuk melawan tekanan global melalui “perang ekonomi”.

“Prioritaskan produk dalam negeri dan perkuat ekonomi nasional,” serunya.

Seruan ini muncul di tengah tekanan sanksi ekonomi dan dampak konflik berkepanjangan.

Harga Minyak dan Dampak Global

Konflik ini turut memengaruhi ekonomi global, terutama harga energi. Harga minyak dunia sempat turun, namun tetap berada di atas 100 dolar AS per barel.

Kondisi ini berdampak langsung pada ekonomi global, termasuk lonjakan biaya distribusi bantuan kemanusiaan.

Trump Tertekan, Popularitas Turun

Di dalam negeri, tekanan terhadap Trump semakin besar. Popularitasnya dilaporkan turun hingga 34 persen, dipicu lonjakan harga energi dan ketidakpastian konflik.

Analis menilai kebijakan luar negeri Trump berisiko memperpanjang konflik tanpa solusi konkret.

“Trump bisa dikenang sebagai presiden yang membuat dunia kurang aman,” ujar analis internasional.

Risiko Konflik Berkepanjangan

Para pengamat memperingatkan konflik ini berpotensi berubah menjadi “konflik beku” atau perang jangka panjang tanpa penyelesaian jelas.

Jika terjadi, dunia akan menghadapi ketidakpastian geopolitik dan ekonomi yang lebih besar.

“Ini bukan hanya konflik regional, tapi ancaman global,” menjadi kesimpulan banyak analis. (*)


Poin Utama Berita

  • AS setujui penjualan senjata miliaran dolar ke Qatar dan Israel
  • Trump klaim konflik dengan Iran berakhir, namun fakta berbeda
  • Serangan Israel di Lebanon sebabkan korban jiwa
  • AS tarik 5.000 pasukan dari Jerman
  • Iran serukan “perang ekonomi” di tengah tekanan global
  • Harga minyak dunia terdampak konflik
  • Popularitas Trump turun akibat dampak ekonomi
  • Risiko konflik berubah menjadi perang jangka panjang
error: Content is protected !!