JAKARTA | Sentrapos.co.id — Pernyataan Amien Rais terkait kedekatan Presiden Prabowo Subianto dengan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya kembali memicu polemik nasional.
Pernyataan tersebut viral di media sosial dan menuai beragam reaksi, mulai dari dukungan hingga kecaman keras dari pemerintah dan berbagai pihak.
Amien Rais: Ada Hal “Tidak Biasa”
Amien Rais menyatakan pandangannya didasarkan pada berbagai informasi yang ia kumpulkan dari sejumlah sumber, termasuk media sosial.
“Saya melihat ada sesuatu yang sangat tidak biasa tentang saudara kita Teddy ini, sehingga tidak seharusnya diberi porsi kekuasaan terlalu besar,” ujar Amien di Sleman, Sabtu (2/5/2026).
Ia juga menyinggung pengalamannya mengenal Prabowo di masa lalu sebagai pembanding kondisi saat ini.
“Kalau Pak Prabowo dulu, tidak ada indikasi seperti itu,” tambahnya.
Kritik Soal Peran dan Akses ke Presiden
Amien juga menilai posisi Teddy saat ini dinilai terlalu dominan, bahkan disebut berpengaruh dalam menentukan akses pejabat untuk bertemu Presiden.
“Sampai-sampai yang menentukan siapa yang bisa bertemu Presiden itu adalah Teddy,” ujarnya.
Ia menilai kondisi tersebut berpotensi menjadi hambatan dalam jalannya pemerintahan.
Namun demikian, Amien tidak mendorong sanksi keras, melainkan mengusulkan agar posisi Teddy dialihkan.
“Tidak perlu dihukum, cukup diberikan tugas lain agar tidak terlalu dekat dengan Presiden,” tegasnya.
Pemerintah: Konten Hoaks dan Berpotensi Memecah Belah
Pernyataan Amien Rais langsung mendapat respons tegas dari pemerintah melalui Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid.
“Konten tersebut mengandung fitnah, pembunuhan karakter, dan ujaran kebencian yang berpotensi memecah belah masyarakat,” tegas Meutya.
Pemerintah menilai narasi yang disampaikan tidak memiliki dasar fakta dan dapat memicu kegaduhan publik.
Video Viral Dihapus, Kontroversi Meluas
Pernyataan tersebut sebelumnya disampaikan Amien Rais melalui video di kanal YouTube pribadinya berjudul “Jauhkan Istana dari Skandal Moral”.
Video berdurasi sekitar 8 menit itu sempat beredar luas sebelum akhirnya tidak lagi dapat diakses.
Kontroversi ini pun meluas hingga memicu perdebatan di ruang publik dan media sosial.
Partai Ummat: Pernyataan Pribadi
Menanggapi polemik tersebut, pihak Partai Ummat menegaskan bahwa pernyataan Amien Rais merupakan pendapat pribadi.
“Itu tidak ada kaitannya dengan partai,” tegas Aznur Syamsu.
Bahkan, pihak partai menyayangkan pernyataan tersebut dan menilai tidak relevan dengan isu kebangsaan saat ini.
Relawan Prabowo Siap Tempuh Jalur Hukum
Relawan yang tergabung dalam Arus Bawah Prabowo (ABP) menyatakan akan menempuh langkah hukum atas pernyataan tersebut.
“Ini bukan kritik, melainkan tuduhan tanpa dasar yang merusak nama baik Presiden dan Seskab,” tegas perwakilan ABP.
Demokrasi vs Batas Kritik
Amien Rais menegaskan bahwa pernyataannya merupakan bagian dari kebebasan berpendapat dalam sistem demokrasi.
“Negara demokrasi harus menjamin kebebasan mengeluarkan pendapat,” ujarnya.
Namun, pemerintah menilai kebebasan tersebut tetap harus berlandaskan fakta dan tidak mengarah pada disinformasi.
Dinamika Politik Kian Menghangat
Polemik ini menunjukkan dinamika politik nasional yang semakin intens, terutama terkait isu kekuasaan dan tata kelola pemerintahan.
Perdebatan antara kebebasan berpendapat dan batas kritik kini menjadi sorotan utama publik. (*)
Poin Utama Berita
- Amien Rais kembali mengkritik kedekatan Prabowo dan Teddy
- Menilai ada hal “tidak biasa” dan peran yang terlalu dominan
- Pemerintah melalui Komdigi menyebut pernyataan tersebut hoaks dan fitnah
- Video pernyataan viral kini sudah tidak dapat diakses
- Partai Ummat menegaskan pernyataan tersebut bersifat pribadi
- Relawan Prabowo siap menempuh jalur hukum
- Amien Rais menilai pernyataan sebagai bagian kebebasan berpendapat
- Polemik memicu perdebatan publik soal batas kritik dalam demokrasi

















