Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
EKONOMI & BISNISNASIONALPERISTIWAWISATA & KULINER

Indonesia Segera Impor 150 Juta Barel Minyak Rusia, Bahlil: Prioritas Utama Jaga Stok Energi Nasional

34
×

Indonesia Segera Impor 150 Juta Barel Minyak Rusia, Bahlil: Prioritas Utama Jaga Stok Energi Nasional

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id — Pemerintah Indonesia memastikan pasokan energi nasional tetap aman di tengah ketidakpastian global. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa minyak mentah dari Rusia akan segera masuk ke Indonesia.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional melalui diversifikasi sumber pasokan.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

“Yang paling penting adalah memastikan stok energi tersedia. Minyak dari Rusia sebentar lagi masuk,” tegas Bahlil, Sabtu (2/5/2026).

Komitmen Impor 150 Juta Barel

Pemerintah telah menyepakati pembelian minyak mentah dari Rusia sebesar 150 juta barel yang akan direalisasikan secara bertahap hingga akhir 2026.

Namun, hingga saat ini belum diungkap secara rinci terkait volume tahap awal maupun kilang dalam negeri yang akan mengolah minyak tersebut.

Foto: Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengadakan pertemuan bilateral dengan Menteri Energi Rusia di Moscow, Rusia, Selasa (14/4/2026). (Dok. Kementerian ESDM)
Foto: Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengadakan pertemuan bilateral dengan Menteri Energi Rusia di Moscow, Rusia, Selasa (14/4/2026). (Dok. Kementerian ESDM)

Kebijakan ini diambil sebagai respons atas dinamika geopolitik global yang berdampak langsung pada stabilitas pasokan energi dunia.

Fokus Utama: Ketersediaan BBM

Dalam situasi global yang tidak menentu, pemerintah menegaskan bahwa prioritas utama adalah menjaga ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) untuk masyarakat dan industri.

“Negara harus menjamin semua jenis BBM tersedia. Itu jauh lebih penting,” ujar Bahlil.

Langkah ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus menghindari potensi krisis energi.

Impor LPG Masih Dibahas

Selain minyak mentah, pemerintah juga tengah menjajaki peluang impor liquefied petroleum gas (LPG) dari Rusia.

Namun, rencana tersebut masih dalam tahap pembahasan dan belum final.

Skema pembelian minyak mentah akan dilakukan melalui mekanisme business to business (B2B) antara pelaku usaha.

Stok Energi Nasional Aman

Di sisi lain, pemerintah memastikan bahwa kondisi stok energi nasional, khususnya LPG, masih berada di atas batas minimum.

“Stok LPG kita saat ini aman, bahkan di atas standar minimum nasional,” jelas Bahlil.

Strategi Hadapi Ketidakpastian Global

Kebijakan impor ini menjadi bagian dari strategi jangka menengah pemerintah untuk menjaga stabilitas pasokan energi sekaligus mengantisipasi gejolak harga energi global.

Dengan memperluas sumber impor, Indonesia diharapkan mampu menjaga ketahanan energi nasional secara berkelanjutan. (*)


Poin Utama Berita

  • Indonesia akan segera impor minyak mentah dari Rusia
  • Total komitmen mencapai 150 juta barel hingga 2026
  • Pemerintah prioritaskan ketersediaan BBM nasional
  • Volume awal dan kilang pengolahan belum diumumkan
  • Impor LPG dari Rusia masih dalam tahap pembahasan
  • Skema pembelian menggunakan sistem B2B
  • Stok LPG nasional dipastikan aman
  • Langkah untuk hadapi ketidakpastian geopolitik global
error: Content is protected !!