Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
INTERNASIONALPERISTIWA

Klaim Menang Dipertanyakan! Perang AS vs Iran Ungkap Kelemahan Superpower, Biaya Tembus Triliunan Dolar

26
×

Klaim Menang Dipertanyakan! Perang AS vs Iran Ungkap Kelemahan Superpower, Biaya Tembus Triliunan Dolar

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

WASHINGTON | Sentrapos.co.id — Konflik militer antara Amerika Serikat dan Iran memunculkan ironi besar dalam geopolitik global. Di tengah klaim kemenangan Presiden Donald Trump, perang ini justru membuka kelemahan strategis negara adidaya tersebut.

Secara militer, Amerika Serikat tetap unggul dalam teknologi dan kekuatan tempur. Namun, dalam praktiknya, keunggulan tersebut tidak otomatis menjamin kemenangan strategis.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

“Kemenangan yang diklaim tidak sejalan dengan realitas di lapangan,” menjadi sorotan dalam perdebatan politik di dalam negeri AS.


Kemenangan yang Diperdebatkan

Klaim kemenangan yang disampaikan Trump dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth mendapat kritik tajam, termasuk dari anggota Kongres sendiri.

Anggota Kongres dari California, John Garamendi, bahkan menuding pemerintah telah menyesatkan publik terkait hasil perang.

“Apa definisi kemenangan? Kapan perang ini benar-benar berakhir?” menjadi pertanyaan yang terus digaungkan di parlemen.

Tekanan politik ini menunjukkan bahwa narasi kemenangan AS masih jauh dari kesepakatan nasional.


Kepercayaan Publik AS Menurun

Hasil survei menunjukkan mayoritas warga Amerika tidak mendukung kebijakan perang tersebut.

  • 61% warga menilai perang sebagai kesalahan
  • Hanya 19% yang menyebutnya sukses
  • Lebih dari 70% kelompok independen menolak

Kondisi ini memperlihatkan penurunan kepercayaan publik terhadap kebijakan luar negeri pemerintah.

“Perang ini dinilai tidak memberikan hasil sebanding dengan biaya yang dikeluarkan,” menjadi sentimen dominan masyarakat.


Kerugian Multidimensi Amerika Serikat

Konflik ini menimbulkan dampak luas bagi Amerika Serikat:

1. Tekanan Politik Domestik
Popularitas Trump terancam menurun menjelang pemilu sela 2026, bahkan kritik datang dari internal pendukungnya sendiri.

2. Kerugian Ekonomi Besar
Biaya perang diperkirakan mencapai puluhan hingga ratusan miliar dolar, bahkan bisa menembus 1 triliun dolar menurut sejumlah analis.

3. Dampak Geopolitik
Posisi global AS melemah, sementara negara lain seperti China dan Rusia mulai memperluas pengaruhnya di kawasan Timur Tengah.

4. Ketidakstabilan Energi Global
Konflik di kawasan Teluk, termasuk Selat Hormuz, mengguncang distribusi minyak dunia dan meningkatkan risiko krisis energi.


Iran Unggul Strategi Asimetris

Meski secara militer lebih lemah, Iran mampu bertahan melalui strategi perang asimetris.

Pendekatan ini memungkinkan Iran menciptakan tekanan besar dengan biaya relatif kecil, sementara lawan harus mengeluarkan biaya tinggi.

“Kemenangan dalam perang modern tidak lagi ditentukan oleh kekuatan militer semata, tetapi efisiensi strategi,” menjadi pelajaran penting dari konflik ini.


Dampak Global dan Masa Depan Konflik

Perang ini tidak hanya memengaruhi hubungan bilateral, tetapi juga mengubah peta kekuatan global.

Sekutu tradisional AS di kawasan mulai mempertanyakan efektivitas kepemimpinan Washington, sementara negara lain memanfaatkan celah tersebut untuk memperluas pengaruh.

Trump sendiri bahkan disebut siap membuka konflik baru, termasuk kemungkinan langkah terhadap Kuba, yang berpotensi memperluas ketegangan global. (*)


Poin Utama Berita

  • Klaim kemenangan AS atas Iran diperdebatkan
  • Kritik keras datang dari Kongres dan publik AS
  • Survei: mayoritas warga AS menolak perang
  • Biaya perang diperkirakan hingga ratusan miliar dolar
  • Posisi global AS melemah, China dan Rusia menguat
  • Iran unggul melalui strategi perang asimetris
  • Konflik berdampak pada stabilitas energi global
error: Content is protected !!