Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
DAERAHINVESTIGASI & SOROTOTOMOTIFPERISTIWA

Terungkap! Sopir Taksi Green SM Tak Bisa Keluar Saat Mobil Mati di Rel KRL

39
×

Terungkap! Sopir Taksi Green SM Tak Bisa Keluar Saat Mobil Mati di Rel KRL

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BEKASI | Sentrapos.co.id — Polisi mengungkap fakta baru terkait insiden taksi Green SM yang mogok di perlintasan rel dekat Stasiun Bekasi Timur hingga tertemper KRL dan berujung pada tragedi besar tabrakan kereta api.

Dalam pemeriksaan awal, sopir taksi online tersebut mengaku mesin kendaraan tiba-tiba mati saat melintas di perlintasan sebidang rel kereta api. Kondisi semakin mencekam karena pintu mobil disebut tidak bisa dibuka dan transmisi otomatis berpindah ke posisi parking.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan sopir diketahui baru beberapa hari bekerja sebagai pengemudi taksi online Green SM.

“Yang bersangkutan baru beberapa hari bekerja di taksi online tersebut. Sudah diperkenalkan operasional kendaraan sebelum membawa unit,” ujar Kombes Budi Hermanto, Jumat (8/5/2026).

Menurut keterangan sopir, kendaraan mendadak mati tepat di atas rel kereta api saat melintas di kawasan dekat Stasiun Bekasi Timur.

“Pada saat dibawa, kendaraan mati di perlintasan sebidang jalur rel kereta api. Saat sopir ingin keluar membuka pintu, tetapi tidak bisa. Transmisi berpindah ke parking,” jelasnya.

Sopir Selamat Lewat Jendela Mobil

Dalam situasi panik tersebut, sopir kemudian mencoba mematikan sistem kendaraan hingga akhirnya berhasil menurunkan kaca jendela mobil.

Warga sekitar yang mengetahui kondisi darurat itu langsung membantu proses penyelamatan sopir melalui jendela sisi pengemudi.

“Sopir ini bisa keluar selamat dari kendaraan dibantu warga sekitar melalui jendela mobil bagian sopir,” kata Budi.

Tak lama setelah sopir berhasil menyelamatkan diri, taksi Green SM tersebut tertemper KRL yang melaju dari arah Cikarang menuju Jakarta.

Insiden itu kemudian memicu rangkaian kecelakaan fatal yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek.

Polisi dan KNKT Selidiki Dugaan Gangguan Medan Magnet

Polda Metro Jaya mengungkapkan penyebab pasti kendaraan mendadak mati masih didalami bersama Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Salah satu dugaan yang tengah ditelusuri yakni kemungkinan adanya pengaruh medan magnet atau medan listrik terhadap sistem kendaraan.

“Ini masih didalami apakah dampak pengaruh medan magnet atau medan listrik terhadap kendaraan mobil taksi online,” ungkap Kombes Budi.

Penyelidikan dilakukan secara paralel oleh tim kepolisian dan KNKT untuk memastikan penyebab teknis insiden tersebut.

Kasus Naik Penyidikan, Tragedi Tewaskan 16 Orang

Polisi memastikan kasus kecelakaan maut ini telah naik ke tahap penyidikan setelah ditemukan unsur pidana dalam hasil gelar perkara.

Seperti diketahui, peristiwa tragis terjadi pada Senin malam (27/4/2026) ketika KRL tertemper taksi Green SM yang mogok di tengah rel.

KRL yang berhenti di jalur rel akibat insiden tersebut kemudian memicu tabrakan susulan dengan KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah Jakarta.

Kecelakaan besar itu menyebabkan sedikitnya 16 orang meninggal dunia dan 90 lainnya mengalami luka-luka.

Peristiwa ini menjadi salah satu kecelakaan transportasi paling mematikan tahun 2026 dan memunculkan sorotan serius terhadap sistem keselamatan perlintasan sebidang di Indonesia. (*)


Poin Utama Berita

  • Polisi mengungkap kronologi taksi Green SM mogok di rel Bekasi Timur.
  • Sopir mengaku mesin mobil tiba-tiba mati dan pintu terkunci.
  • Transmisi kendaraan otomatis berpindah ke posisi parking.
  • Sopir berhasil menyelamatkan diri melalui jendela mobil dibantu warga.
  • Polisi dan KNKT menyelidiki dugaan pengaruh medan magnet atau listrik.
  • Insiden memicu tabrakan beruntun melibatkan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek.
  • Kasus kecelakaan telah naik ke tahap penyidikan.
  • Kecelakaan menyebabkan 16 orang meninggal dan 90 luka-luka.
  • Peristiwa menjadi perhatian nasional terkait keselamatan perlintasan kereta.