SEMARANG | Sentrapos.co.id — Jagat media sosial dihebohkan dengan video viral seorang perempuan yang diduga menggelar “lomba komentar rasis” sambil mengaku sebagai anak perwira polisi.
Video tersebut memicu gelombang kecaman publik setelah beredar luas di Instagram dan platform media sosial lainnya.
Dalam video yang viral, perempuan itu terlihat berjoget sambil menampilkan tulisan bernada provokatif yang mengajak warganet membuat komentar rasis dengan iming-iming hadiah uang tunai.
Tak hanya itu, perempuan tersebut juga mengklaim dirinya kebal hukum karena kedua orang tuanya disebut anggota kepolisian berpangkat tinggi.
“Apa-apa dikasusin, saya yang akan menang. Orang tua saya dua-duanya polisi dan bukan pangkat rendah,” ucap perempuan dalam video yang beredar.
Polrestabes Semarang Bantah Narasi Viral
Menanggapi viralnya video tersebut, Polrestabes Semarang langsung memberikan klarifikasi resmi.
Kasi Humas Polrestabes Semarang, Kompol Riki Fahmi Mubarok, menegaskan bahwa perempuan dalam video itu bukan anak dari perwira maupun anggota yang bertugas di lingkungan Polrestabes Semarang.
“Bahwa itu tidak benar. Anak yang berada di dalam video tersebut bukan anak dari perwira yang berdinas di Polrestabes Semarang,” tegas Riki, Jumat (8/5/2026).
Polisi Koordinasi dengan Siber Polda Jateng
Meski membantah keterkaitan dengan Polrestabes Semarang, pihak kepolisian tetap melakukan penelusuran lebih lanjut terkait identitas perempuan dalam video tersebut.
Polrestabes Semarang mengaku akan berkoordinasi dengan Direktorat Siber Polda Jawa Tengah guna mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain maupun asal-usul narasi viral tersebut.
“Kemungkinan akan dilakukan koordinasi dengan Siber Polda terkait tindak lanjut dan pendalaman video viral tersebut,” jelas Riki.
Publik Soroti Isu Rasisme dan Klaim Kebal Hukum
Kasus ini menjadi sorotan karena memuat unsur ujaran bernada rasis serta klaim “kebal hukum” yang dinilai dapat memicu keresahan publik.
Sejumlah netizen mengecam konten tersebut karena dianggap tidak mendidik dan berpotensi memancing konflik sosial di ruang digital.
Fenomena viral ini juga kembali mengingatkan masyarakat tentang pentingnya etika bermedia sosial dan ancaman penyebaran konten provokatif di internet.
Polisi Minta Masyarakat Bijak Bermedia Sosial
Kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap narasi viral yang belum terverifikasi kebenarannya.
Warganet juga diminta tidak menyebarluaskan ujaran kebencian maupun konten yang mengandung unsur rasis karena berpotensi melanggar hukum dan memicu persoalan pidana. (*)
Poin Utama Berita
- Video perempuan mengaku anak perwira polisi viral di media sosial.
- Video memuat ajakan membuat komentar rasis berhadiah uang.
- Perempuan dalam video mengklaim dirinya kebal hukum.
- Polrestabes Semarang membantah perempuan tersebut anak anggotanya.
- Polisi memastikan narasi yang beredar tidak benar.
- Pihak kepolisian akan berkoordinasi dengan Siber Polda Jateng.
- Kasus memicu kecaman publik terkait isu rasisme.
- Netizen menyoroti etika penggunaan media sosial.
- Polisi mengimbau masyarakat tidak mudah percaya narasi viral.
- Konten ujaran kebencian dinilai berpotensi melanggar hukum.

















