JAKARTA | Sentrapos.co.id — Dua kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS), yakni Kapal Pertamina Pride dan Kapal Pertamina Gamsunoro, dilaporkan masih tertahan di kawasan Teluk Arab dan belum dapat melintasi Selat Hormuz.
Kedua kapal tersebut telah tertahan sejak Maret 2026, atau sekitar dua bulan, meski sebelumnya sempat dinyatakan siap melanjutkan pelayaran kembali ke Tanah Air.
Pjs. Corporate Secretary Pertamina International Shipping, Vega Pita, mengonfirmasi bahwa hingga kini kapal belum dapat bergerak melewati jalur strategis tersebut.
“Kedua kapal PIS yaitu Pertamina Pride dan Gamsunoro saat ini masih berada di Teluk Arab dan belum dapat melintasi Selat Hormuz,” ujar Vega dalam keterangannya, Minggu (19/4).
Pertamina tidak merinci alasan pasti tertahannya kedua kapal. Namun, situasi keamanan di Selat Hormuz yang kembali memanas akibat ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran disebut menjadi faktor utama yang terus dipantau.
Perusahaan pelat merah tersebut menegaskan tengah melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak, termasuk kementerian dan otoritas terkait, guna memastikan keselamatan pelayaran.
“Kami terus memonitor perkembangan keamanan di Selat Hormuz serta menyiapkan perencanaan pelayaran yang aman,” tegas Vega.
Pertamina juga menegaskan bahwa aspek keselamatan awak kapal dan keamanan muatan menjadi prioritas utama dalam pengambilan keputusan.
“Kami berharap kondisi di jalur tersebut segera membaik dan kondusif agar kapal dapat melanjutkan pelayaran dengan aman,” tambahnya.
Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur pelayaran energi paling vital di dunia. Gangguan di kawasan ini berpotensi memengaruhi distribusi minyak global, termasuk pasokan energi ke Indonesia.
Sementara itu, perkembangan geopolitik menunjukkan adanya upaya negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat. Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyebut pembicaraan menunjukkan kemajuan, meski belum mencapai titik kesepakatan.
“Kami membuat kemajuan dalam negosiasi, tetapi masih ada kesenjangan dan poin mendasar yang belum terselesaikan,” ujar Ghalibaf.
Kondisi ini menegaskan bahwa ketidakpastian di kawasan Timur Tengah masih tinggi, sehingga berdampak langsung pada aktivitas pelayaran internasional, termasuk armada milik Indonesia. (*)
Poin Utama Berita
- Dua kapal Pertamina (Pride dan Gamsunoro) tertahan sejak Maret 2026
- Belum dapat melintasi Selat Hormuz hingga saat ini
- Situasi keamanan dipengaruhi ketegangan AS-Iran
- Pertamina terus koordinasi dengan otoritas terkait
- Keselamatan awak kapal dan muatan menjadi prioritas utama
- Selat Hormuz merupakan jalur vital distribusi energi dunia
- Negosiasi Iran-AS belum mencapai kesepakatan final

















