Pengawasan WNA dan Digitalisasi Informasi Jadi Fokus Imigrasi Surabaya
SIDOARJO | Sentrapos.co.id – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Surabaya mencatat berbagai capaian strategis sepanjang tahun 2025, mulai dari penerbitan lebih dari 106 ribu paspor hingga pengawasan terhadap 2,48 juta perlintasan di TPI Juanda.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya Agus Winarto mengatakan capaian tersebut merupakan hasil penguatan pelayanan keimigrasian dan inovasi sistem pelayanan publik yang terus dikembangkan institusinya.
“Capaian ini merupakan hasil dari berbagai inovasi pelayanan keimigrasian di wilayah Kantor Imigrasi Surabaya,” kata Agus Winarto dalam kegiatan bersama awak media di Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (21/5/2026).
Selain pelayanan paspor dan pengawasan perlintasan internasional, Imigrasi Surabaya juga mencatat realisasi anggaran mencapai 99,95 persen sepanjang tahun 2025.
Tak hanya itu, institusi tersebut juga meraih sejumlah penghargaan nasional, mulai dari penghargaan IKPA terbaik hingga Anugerah Humas Indonesia.
Berdasarkan data yang dipaparkan, sepanjang tahun 2025 Imigrasi Surabaya juga menjatuhkan 326 Tindakan Administrasi Keimigrasian terhadap pelanggaran yang dilakukan warga negara asing maupun pihak terkait.
Agus menegaskan pengawasan terhadap keberadaan warga negara asing (WNA) akan terus diperkuat melalui sinergi lintas instansi dan optimalisasi Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA).
Selain itu, penggunaan Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA) juga terus dimaksimalkan guna meningkatkan efektivitas pengawasan keimigrasian.
“Kami akan terus meningkatkan pengawasan terhadap pelanggaran izin tinggal maupun tindak kejahatan internasional,” tegas Agus.
Imigrasi Surabaya juga menaruh perhatian besar terhadap penguatan edukasi publik melalui media massa dan media sosial.
Menurut Agus, media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi keimigrasian secara cepat, akurat, edukatif, dan berimbang kepada masyarakat.
Untuk mendukung keterbukaan informasi publik, Imigrasi Surabaya kini mengembangkan sistem komunikasi digital bernama Alur Komunikasi Satu Pintu serta membentuk Media Hub.
Media Hub tersebut dirancang sebagai pusat distribusi informasi resmi agar insan pers lebih mudah memperoleh rilis, infografis kebijakan, hingga klarifikasi informasi keimigrasian.
“Media bukan hanya mitra publikasi, tetapi juga mitra strategis dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi,” ujar Agus.
Langkah digitalisasi komunikasi ini dinilai penting untuk mempercepat penyebaran informasi resmi sekaligus menangkal potensi disinformasi di tengah tingginya kebutuhan publik terhadap layanan keimigrasian.
Imigrasi Surabaya menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan pelayanan publik, pengawasan WNA, dan keterbukaan informasi berbasis digital secara profesional dan transparan.
Sinergi antara Imigrasi dan media diharapkan mampu memperkuat edukasi publik sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan keimigrasian nasional. (*)
Poin Utama Berita
- Imigrasi Surabaya menerbitkan lebih dari 106 ribu paspor sepanjang 2025.
- TPI Juanda mengawasi 2,48 juta perlintasan internasional.
- Realisasi anggaran mencapai 99,95 persen.
- Imigrasi Surabaya menjatuhkan 326 tindakan administrasi keimigrasian.
- Pengawasan WNA diperkuat melalui TIMPORA dan APOA.
- Imigrasi membentuk Media Hub untuk percepatan informasi publik.
- Digitalisasi komunikasi menjadi fokus penguatan pelayanan keimigrasian.

















