Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
INTERNASIONALPERISTIWATEKNO, SAINS & GAME

Jepang Sukses Uji Mesin Jet Pesawat Hipersonik Mach 5, Tokyo-AS Dipangkas Jadi 2 Jam

42
×

Jepang Sukses Uji Mesin Jet Pesawat Hipersonik Mach 5, Tokyo-AS Dipangkas Jadi 2 Jam

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Tim peneliti Jepang dari Universitas Waseda dan JAXA berhasil melakukan uji pembakaran pertama mesin jet pesawat hipersonik Mach 5 yang digadang-gadang mampu memangkas waktu penerbangan Jepang-Amerika Serikat menjadi hanya dua jam.

TOKYO | Sentrapos.co.id – Jepang mencetak tonggak baru dalam teknologi penerbangan masa depan setelah tim peneliti dari Universitas Waseda dan Badan Eksplorasi Dirgantara Jepang (JAXA) berhasil melakukan uji pembakaran pertama mesin jet untuk pesawat hipersonik berkecepatan Mach 5.

Pengujian penting tersebut berlangsung pada April 2026 dan dinilai sebagai langkah awal menuju era baru transportasi udara super cepat yang mampu memangkas perjalanan lintas benua hanya dalam hitungan jam.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Jika teknologi ini berhasil dikembangkan secara komersial, penerbangan dari Jepang ke Amerika Serikat yang saat ini memakan waktu sekitar 10 hingga 15 jam berpotensi dipersingkat menjadi hanya dua jam.

Mesin Hipersonik Jepang Masuk Tahap Awal Revolusi Penerbangan

Anggota tim peneliti sekaligus Profesor Universitas Waseda, Tetsuya Sato, menyebut pencapaian tersebut masih menjadi tahap awal dalam pengembangan pesawat hipersonik generasi baru.

“Hasil ini masih merupakan langkah pertama. Impian kami adalah menghubungkannya dengan demonstrasi penerbangan,” ujar Sato.

Pesawat hipersonik Mach 5 sendiri dirancang melaju dengan kecepatan sekitar 5.400 kilometer per jam atau hampir enam kali lebih cepat dibanding pesawat komersial biasa.

Sebagai perbandingan, pesawat supersonik legendaris Concorde yang pensiun pada 2003 hanya mampu mencapai kecepatan sekitar Mach 2.

Penelitian ini melibatkan kerja sama Universitas Waseda, JAXA, serta sejumlah ilmuwan dari Tokyo University of Science.

Profesor Hideyuki Taguchi, yang juga pernah menjabat sebagai eksekutif senior riset dan pengembangan JAXA, menjelaskan pengembangan pesawat hipersonik membutuhkan waktu jauh lebih panjang dibanding pesawat konvensional.

“Karena pengembangan pesawat penumpang hipersonik memerlukan dua tahap demonstrasi, pesawat eksperimental diikuti pesawat penumpang. Kami berharap pengembangan ini dapat selesai dalam waktu sekitar 20 tahun,” kata Taguchi.

Uji Coba Simulasikan Terbang Mach 5 di Ketinggian 25 Kilometer

Pengujian terbaru dilakukan di Pusat Antariksa Kakuda milik JAXA di Prefektur Miyagi dengan simulasi kondisi penerbangan pada kecepatan Mach 5 di ketinggian 25 kilometer.

Pada ketinggian tersebut, tekanan atmosfer hanya sekitar seper seratus dari tekanan udara di permukaan laut.

Tim menggunakan pesawat eksperimental sepanjang dua meter atau sekitar seper seratus lima puluh dari ukuran pesawat penumpang yang dirancang nantinya.

Hasil pengujian menunjukkan mesin dan sistem ketahanan panas bekerja hampir sesuai rancangan.

“Pengoperasian mesin dan ketahanan panasnya berfungsi hampir persis seperti yang dirancang,” ungkap tim peneliti.

Target berikutnya adalah melakukan demonstrasi penerbangan nyata sebagai tahap penting menuju komersialisasi teknologi tersebut.

Hadapi Tantangan Suhu Ekstrem hingga 1.000 Derajat Celsius

Meski menjanjikan revolusi transportasi udara global, pengembangan pesawat hipersonik Mach 5 menghadapi tantangan teknis yang sangat kompleks.

Pada kecepatan ekstrem, pesawat akan menghadapi gelombang kejut (shock waves) di sekitar badan pesawat yang dapat mengganggu kestabilan mesin.

Selain itu, kompresi udara saat melaju hipersonik dapat menghasilkan suhu panas ekstrem hingga mencapai 1.000 derajat Celsius di beberapa bagian pesawat.

Menariknya, pesawat masa depan ini tetap dirancang mampu lepas landas dan mendarat secara horizontal sehingga masih dapat menggunakan landasan pacu bandara biasa.

Bahkan jika nantinya dipadukan dengan teknologi mesin roket, pesawat tersebut disebut berpotensi menjangkau luar angkasa hingga ketinggian 100 kilometer.

Teknologi ini dipandang sebagai salah satu lompatan besar dunia penerbangan modern yang dapat mengubah konsep perjalanan internasional dalam beberapa dekade mendatang. (*)


Poin Utama Berita

  • Jepang sukses menguji mesin jet pesawat hipersonik Mach 5.
  • Pengembangan dilakukan Universitas Waseda dan JAXA.
  • Pesawat berpotensi memangkas penerbangan Jepang-AS menjadi 2 jam.
  • Kecepatan pesawat mencapai sekitar 5.400 km/jam.
  • Uji coba dilakukan di Pusat Antariksa Kakuda, Prefektur Miyagi.
  • Pesawat menghadapi tantangan suhu ekstrem hingga 1.000 derajat Celsius.
  • Teknologi ditargetkan siap digunakan pada dekade 2040-an.