Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
HEADLINE NEWS | PILIHAN EDITORNASIONALPERISTIWA

Salat Idul Adha di Istiqlal Dipadati Jemaah, Khatib Singgung Krisis Kemanusiaan dan Lingkungan

48
×

Salat Idul Adha di Istiqlal Dipadati Jemaah, Khatib Singgung Krisis Kemanusiaan dan Lingkungan

Sebarkan artikel ini
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (ketiga kanan) bersama putranya, Jan Ethes (ketiga kiri) dan Menteri Agama Nasaruddin Umar (kedua kiri) mengikuti shalat Idul Adha 1447 H di Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu (27/5/2026). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (ketiga kanan) bersama putranya, Jan Ethes (ketiga kiri) dan Menteri Agama Nasaruddin Umar (kedua kiri) mengikuti shalat Idul Adha 1447 H di Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu (27/5/2026). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO
Example 468x60

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih melaksanakan Salat Idul Adha 1447 Hijriah di Masjid Istiqlal. Dalam khutbahnya, khatib Hamdan Juhannis menegaskan Idul Adha harus menjadi momentum menyelamatkan kemanusiaan dan bumi dari krisis global.

JAKARTA | Sentrapos.co.id – Ribuan jemaah memadati Masjid Istiqlal, Jakarta, untuk melaksanakan Salat Idul Adha 1447 Hijriah pada Rabu (27/5/2026) pagi.

Sejumlah pejabat tinggi negara turut hadir dalam pelaksanaan salat terbesar umat Islam tersebut, di antaranya Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, Menteri Agama Nasaruddin Umar, hingga beberapa menteri Kabinet Merah Putih.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Selain Gibran dan Menag, tampak hadir Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menko PMK Pratikno, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, serta Menteri Kebudayaan Fadli Zon.

Kehadiran sejumlah duta besar dan perwakilan negara sahabat, termasuk Duta Besar Uni Emirat Arab untuk Indonesia Abdulla Salem Al Dhaheri, turut menambah khidmat suasana Idul Adha di masjid terbesar di Asia Tenggara tersebut.

Khatib Soroti Krisis Kemanusiaan dan Kerusakan Lingkungan

Dalam khutbah Idul Adha, Rektor Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Hamdan Juhannis, mengajak umat Islam memaknai kurban bukan sekadar ritual tahunan, melainkan refleksi spiritual untuk memperkuat kepedulian terhadap sesama manusia dan lingkungan hidup.

Hamdan membuka khutbah dengan kisah ilustratif seorang profesor yang merasa unggul secara intelektual, namun tidak memiliki kemampuan dasar bertahan hidup ketika menghadapi situasi darurat di laut.

Menurutnya, kisah tersebut menggambarkan krisis nilai kemanusiaan, kesombongan, dan hilangnya penghargaan terhadap jati diri manusia.

“Spirit kurban sejatinya harus melampaui batas-batas simbolik. Dunia menghadapi krisis kemanusiaan dan krisis lingkungan,” kata Hamdan Juhannis dalam khutbahnya.

Ia juga menyoroti berbagai persoalan global seperti perang, kemiskinan, ketidakadilan sosial, hingga kerusakan lingkungan akibat eksploitasi manusia yang berlebihan.

Menurut Hamdan, alam bukan sekadar objek yang dieksploitasi, tetapi amanah yang wajib dijaga bersama demi keberlangsungan generasi mendatang.

“Jika Nabi Ibrahim rela mengorbankan yang paling dicintainya, maka kita pun saatnya bertanya pada diri kita, apa yang siap kita korbankan untuk menyelamatkan alam dan kemanusiaan,” ujarnya.

Seruan Tabayyun dan Bijak Bermedia Sosial

Selain isu kemanusiaan dan lingkungan, Hamdan juga mengingatkan pentingnya sikap tabayyun atau klarifikasi di tengah derasnya arus informasi digital.

Ia mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi dengan menerapkan prinsip “saring sebelum sharing”.

Menurutnya, penyebaran informasi yang tidak terverifikasi dapat memicu perpecahan sosial dan memperburuk kondisi masyarakat.

“Idul Adha bukan sekadar tempat berhenti, tetapi jalan menuju diri yang sudah selesai, bahwa hidup ini bukan untuk dijarah tetapi untuk dijaga, bukan untuk dirusak tetapi untuk dirawat,” tuturnya.

Khutbah Idul Adha di Masjid Istiqlal tahun ini tidak hanya mengangkat nilai ibadah kurban, tetapi juga menjadi pengingat penting tentang tanggung jawab manusia menjaga perdamaian, kemanusiaan, dan kelestarian lingkungan di tengah tantangan global modern. (*)


Poin Utama Berita

  • Ribuan jemaah memadati Masjid Istiqlal saat Salat Idul Adha 1447 H.
  • Wapres Gibran Rakabuming Raka dan sejumlah menteri hadir dalam salat Id.
  • Khatib Hamdan Juhannis menyoroti krisis kemanusiaan dan lingkungan global.
  • Spirit kurban disebut harus melampaui ritual simbolik semata.
  • Khatib mengajak umat menjaga alam dan peduli sesama manusia.
  • Hamdan juga mengingatkan pentingnya tabayyun dan bijak bermedia sosial.
  • Khutbah menekankan Idul Adha sebagai momentum refleksi dan tanggung jawab sosial.