Sebanyak 89 drone tiba-tiba kehilangan kendali dan jatuh ke perairan Darling Harbour saat pertunjukan cahaya Vivid Sydney berlangsung. Insiden teknis ini memaksa sejumlah atraksi drone dibatalkan demi alasan keamanan.
SYDNEY | Sentrapos.co.id – Festival cahaya terbesar di Australia, Vivid Sydney 2026, diwarnai insiden mengejutkan setelah puluhan drone mendadak kehilangan kendali dan jatuh ke laut di kawasan Darling Harbour, Sydney, Senin (25/5/2026) malam waktu setempat.
Peristiwa tersebut terjadi saat pertunjukan drone bertajuk Star-Bound berlangsung di hadapan ribuan pengunjung festival.
Video insiden yang beredar luas di media sosial memperlihatkan sejumlah drone tiba-tiba error di udara sebelum jatuh ke perairan sekitar Cockle Bay.
Insiden ini langsung memicu perhatian publik dan viral di berbagai platform digital internasional.
Gangguan Frekuensi Radio Jadi Penyebab
Pihak penyelenggara Vivid Sydney menyatakan insiden tersebut dipicu oleh gangguan teknis tak terduga yang memengaruhi sistem navigasi drone.
Akibat kejadian itu, sejumlah pertunjukan drone berikutnya untuk sementara dibatalkan guna dilakukan evaluasi keamanan secara menyeluruh.
Perusahaan asal Inggris, Skymagic, selaku operator pertunjukan drone, mengungkapkan bahwa masalah muncul akibat perubahan frekuensi radio setelah drone lepas landas.
“Masalah teknis ini menyebabkan 89 drone melakukan prosedur pendaratan darurat ke air di sekitar Cockle Bay,” ujar juru bicara Skymagic, dikutip dari BBC.
Menurut Skymagic, sistem keamanan otomatis drone langsung aktif ketika akurasi posisi perangkat terganggu akibat perubahan lingkungan frekuensi radio.
Pihak operator juga memastikan seluruh drone jatuh di area aman yang telah ditentukan sebelumnya dan tidak ada korban luka dalam insiden tersebut.
“Tidak ada drone yang jatuh di luar zona aman dan tidak ada laporan korban luka,” jelas pihak Skymagic.
Suara Drone Jatuh Terdengar Keras
Seorang pekerja di kawasan Darling Harbour bernama Robert mengaku mendengar suara benturan drone yang cukup keras saat menghantam area marina dan dermaga.
“Suara drone jatuh dan menghantam beton marina terdengar jelas bahkan dari jarak sekitar 10 hingga 20 meter,” katanya kepada ABC Australia.
Pertunjukan Star-Bound sendiri diketahui menggunakan hingga 1.000 drone khusus yang diterbangkan selama sekitar 12 menit untuk membentuk animasi cahaya spektakuler di langit Sydney.
Atraksi tersebut menjadi salah satu daya tarik utama dalam gelaran Vivid Sydney tahun ini.
Vivid Sydney Jadi Festival Cahaya Terbesar Dunia
Festival Vivid Sydney pertama kali digelar pada 2009 dan kini dikenal sebagai salah satu festival cahaya terbesar di belahan bumi selatan.
Acara tahunan ini menghadirkan berbagai instalasi cahaya, pertunjukan musik, kuliner, hingga proyeksi visual di sejumlah ikon kota Sydney seperti Sydney Opera House dan Sydney Harbour.
Pada penyelenggaraan 2026, Vivid Sydney menghadirkan 43 instalasi cahaya yang tersebar di jalur pejalan kaki sepanjang 6,5 kilometer di pusat kota Sydney.
Pertunjukan drone sendiri baru mulai diperkenalkan dalam festival tersebut sejak 2024.
Namun sebelumnya, atraksi serupa sempat dihentikan sementara akibat kekhawatiran terkait kepadatan pengunjung dan faktor keselamatan.
Insiden jatuhnya puluhan drone ini kini menjadi perhatian dunia sekaligus pengingat bahwa teknologi pertunjukan modern tetap memiliki risiko teknis yang harus diantisipasi secara serius. (*)
Poin Utama Berita
- Sebanyak 89 drone jatuh ke laut saat festival Vivid Sydney berlangsung.
- Insiden terjadi dalam pertunjukan drone Star-Bound di Darling Harbour.
- Penyebab utama diduga akibat gangguan frekuensi radio.
- Operator Skymagic menyebut drone melakukan pendaratan darurat otomatis.
- Tidak ada korban luka dalam kejadian tersebut.
- Pertunjukan drone berikutnya dibatalkan untuk evaluasi keamanan.
- Vivid Sydney merupakan festival cahaya terbesar di Australia.

















