JAKARTA | Sentrapos.co.id — Raksasa teknologi asal Amerika Serikat, Meta Platforms, kembali menggebrak dengan rencana investasi jumbo di sektor kecerdasan buatan (AI).
Perusahaan yang dipimpin oleh Mark Zuckerberg itu memprediksi belanja modal pada 2026 akan meningkat hingga 10 miliar dolar AS, dengan total investasi mencapai 145 miliar dolar AS atau sekitar Rp2.512 triliun.
Langkah agresif ini menjadi sinyal kuat bahwa Meta tengah berupaya mengejar ketertinggalan dalam perlombaan AI global dari para pesaing seperti OpenAI dan Google.
Meta Tancap Gas Bangun Infrastruktur AI
Sejak 2025, Zuckerberg telah mengakui bahwa Meta tertinggal dalam kompetisi AI. Karena itu, perusahaan kini fokus besar pada pengembangan teknologi dan perekrutan talenta terbaik.
Salah satu langkah strategis adalah merekrut Alexandr Wang untuk memimpin divisi baru Meta Superintelligence Labs.
“Sekarang setelah kami memiliki model yang kuat, kami juga dapat mengembangkan lebih banyak produk inovatif,” ujar Zuckerberg.
Luncurkan AI Muse Spark, Siap Open Source
Sebagai hasil awal investasi besar tersebut, Meta memperkenalkan model AI terbaru bernama Muse Spark. Model ini dirancang untuk dikembangkan sebagai open source di masa depan.
“Ini adalah rilis pertama dari Meta Superintelligence Labs. Ini menunjukkan bahwa pekerjaan kami sudah sesuai arah,” tegas Zuckerberg.
Target: AI Masuk ke Semua Lini Bisnis
Meta tidak hanya berhenti pada pengembangan model. Perusahaan juga menargetkan peluncuran dua sistem Agentic AI untuk konsumen dan bisnis dalam waktu dekat.
Teknologi AI ini akan diintegrasikan ke berbagai layanan inti, termasuk:
- Sistem periklanan digital
- Algoritma rekomendasi konten
- Personalisasi feed pengguna secara hiper-personal
Bayang-Bayang Kegagalan Metaverse
Meski ambisi Meta di AI sangat besar, sejumlah pihak masih menyimpan kekhawatiran. Hal ini berkaca dari kegagalan proyek Metaverse melalui divisi Reality Labs.
Divisi tersebut sebelumnya mencatat kerugian operasional lebih dari 4 miliar dolar AS, dengan pendapatan hanya sekitar 402 juta dolar AS.
Namun, Meta tampaknya tidak ingin mengulang kesalahan yang sama dan kini fokus penuh pada AI sebagai masa depan bisnisnya.
Perang AI Global Makin Panas
Langkah Meta ini mempertegas bahwa persaingan AI global semakin sengit. Dengan investasi triliunan rupiah, Meta berusaha menempatkan diri sejajar dengan para pemimpin industri.
Jika strategi ini berhasil, Meta berpotensi kembali menjadi pemain utama dalam ekosistem teknologi masa depan berbasis AI. (*)
Poin Utama Berita
- Meta investasi Rp2.512 triliun untuk AI di 2026
- Belanja modal naik 10 miliar dolar AS
- Zuckerberg akui tertinggal dari OpenAI dan Google
- Rekrut Alexandr Wang pimpin divisi AI baru
- Luncurkan model AI “Muse Spark”
- Targetkan AI masuk ke iklan dan sistem rekomendasi
- Fokus pada hyper-personalized feed pengguna
- Kekhawatiran muncul akibat kegagalan Metaverse sebelumnya
- Persaingan AI global makin panas

















