CALIFORNIA | Sentrapos.co.id — Perseteruan panas antara Elon Musk dan OpenAI memasuki babak krusial. Sidang gugatan di pengadilan federal Oakland, Amerika Serikat, kini telah memasuki pekan kedua dan menjadi sorotan global.
Kasus ini tidak hanya menyangkut konflik bisnis, tetapi juga menyentuh masa depan industri kecerdasan buatan (AI) dunia.
Gugatan Fantastis Rp2.300 Triliun
Musk menggugat CEO OpenAI Sam Altman dan Presiden Greg Brockman dengan nilai fantastis mencapai USD 150 miliar atau sekitar Rp2.300 triliun.
Ia menuduh OpenAI telah menyimpang dari tujuan awal sebagai organisasi nirlaba yang mengutamakan keselamatan umat manusia.
“Saya diyakinkan OpenAI akan tetap menjadi non-profit,” ungkap Musk dalam kesaksiannya di pengadilan.
Musk juga menuntut:
- OpenAI dikembalikan menjadi organisasi nirlaba
- Altman dan Brockman dicopot dari jabatan
IPO Rp13.000 Triliun Ikut Terancam
Sidang ini juga berpotensi mengguncang rencana penawaran saham perdana (IPO) OpenAI yang ditaksir mencapai USD 850 miliar (Rp13.000 triliun).
Jika Musk menang, ambisi OpenAI menguasai pasar AI komersial bisa terhambat drastis.
Pengakuan Mengejutkan Musk di Pengadilan
Dalam sidang, Musk mengaku tidak membaca detail dokumen penting terkait perubahan struktur OpenAI pada 2018.
“Saya tidak membaca rincinya, hanya judul utamanya saja,” katanya.
Lebih mengejutkan lagi, Musk juga mengakui bahwa perusahaan AI miliknya, xAI, menggunakan model OpenAI untuk melatih sistem AI mereka.
OpenAI Balik Tuding: Musk Iri dan Frustrasi
Pihak OpenAI menilai gugatan Musk dilatarbelakangi kegagalan mengambil alih kendali perusahaan di masa lalu.
Mereka menyebut Musk kini mencoba menggunakan jalur hukum untuk menguntungkan bisnisnya sendiri.
Bukti Persidangan Bongkar Konflik Lama
Dokumen internal yang terungkap di pengadilan menunjukkan:
- Musk khawatir kalah dari Google DeepMind
- Ia sempat ingin menggabungkan OpenAI dengan Tesla
- Pendiri OpenAI menolak karena khawatir Musk terlalu dominan
Dalam email internal bahkan disebut kekhawatiran akan “kediktatoran AI”.
Nama Besar Ikut Terseret
Kasus ini juga menyeret sejumlah tokoh besar teknologi:
- Mark Zuckerberg disebut ikut mendukung gugatan
- Satya Nadella dijadwalkan bersaksi
Putusan Bisa Ubah Peta AI Dunia
Jika pengadilan memenangkan Musk:
- OpenAI bisa dipaksa kembali menjadi non-profit
- Kepemimpinan bisa diganti
- Dominasi OpenAI di industri AI bisa terguncang
Sebaliknya, jika OpenAI menang, perusahaan akan semakin kuat sebagai pemain utama AI global. (*)
Poin Utama Berita
- Elon Musk gugat OpenAI Rp2.300 triliun
- Sidang berlangsung di AS dan masuk pekan kedua
- IPO OpenAI Rp13.000 triliun terancam
- Musk akui tidak membaca detail dokumen penting
- xAI gunakan model OpenAI untuk pelatihan
- OpenAI tuding Musk iri dan gagal ambil alih
- Konflik lama pendiri OpenAI terungkap
- Putusan berpotensi ubah masa depan industri AI

















