WASHINGTON DC | Sentrapos.co.id — Situasi darurat terjadi di pusat pemerintahan Amerika Serikat setelah Gedung Putih (White House) diberlakukan lockdown sementara akibat insiden penembakan di kawasan National Mall, Senin (4/5/2026) waktu setempat.
Insiden ini terjadi tak lama setelah konvoi kendaraan yang membawa Wakil Presiden AS, JD Vance, melintasi area tersebut.
Kronologi: Pelaku Kabur dan Melepaskan Tembakan
Menurut Wakil Direktur United States Secret Service, Matthew Quinn, petugas awalnya mencurigai seorang pria yang diduga membawa senjata api di sekitar lokasi.
Saat didekati aparat, pria tersebut langsung melarikan diri dan kemudian melepaskan tembakan.
“Pria itu kabur, mengeluarkan senjata, dan menembak,” ujar Quinn.
Petugas Secret Service pun langsung merespons cepat dengan tembakan balasan hingga melumpuhkan pelaku.
Pelaku Dilumpuhkan, Saksi Luka
Pelaku langsung dilarikan ke rumah sakit dengan kondisi luka tembak. Hingga kini, kondisi kesehatannya belum diumumkan secara resmi.
Selain itu, seorang saksi mata berusia remaja dilaporkan mengalami luka ringan akibat insiden tersebut.
Diduga Bukan Target Wakil Presiden
Meski terjadi sesaat setelah rombongan Wakil Presiden melintas, pihak berwenang menyatakan kecil kemungkinan JD Vance menjadi target utama.
“Kami belum bisa memastikan apakah ini terkait ancaman terhadap presiden atau pejabat tinggi lainnya,” jelas Quinn.
Keamanan Ibu Kota AS Disorot
Peristiwa ini menambah daftar insiden keamanan di Washington DC dalam beberapa waktu terakhir.
Sebelumnya, seorang pria bernama Cole Allen ditangkap karena mencoba menerobos pengamanan hotel saat Presiden Donald Trump menghadiri acara resmi.
Kini, pelaku tersebut telah didakwa atas tuduhan percobaan pembunuhan terhadap presiden.
Lockdown Sementara, Situasi Berangsur Normal
Pihak keamanan segera memberlakukan lockdown di area Gedung Putih sebagai langkah antisipasi. Setelah situasi terkendali, pengamanan diperketat dan aktivitas berangsur normal.
Insiden ini kembali menyoroti pentingnya sistem keamanan berlapis di pusat pemerintahan Amerika Serikat. (*)
Poin Utama Berita
- Gedung Putih lockdown akibat penembakan di dekat National Mall
- Pelaku bersenjata melepaskan tembakan saat didekati petugas
- Secret Service melumpuhkan pelaku dengan tembakan balasan
- Pelaku dirawat di rumah sakit, satu saksi luka ringan
- Tidak ada indikasi Wakil Presiden jadi target utama
- Insiden menambah daftar gangguan keamanan di Washington DC
- Pengamanan Gedung Putih diperketat pascakejadian

















