Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
NASIONALPERISTIWA

2 Supertanker Iran Lolos Blokade AS Masuk Perairan RI, Kemlu Buka Suara: “Masih Verifikasi, Sesuai Hukum Internasional?”

29
×

2 Supertanker Iran Lolos Blokade AS Masuk Perairan RI, Kemlu Buka Suara: “Masih Verifikasi, Sesuai Hukum Internasional?”

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id — Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia akhirnya angkat bicara terkait masuknya dua kapal supertanker minyak mentah milik Iran ke perairan Indonesia setelah lolos dari blokade militer Amerika Serikat.

Dua kapal jenis Very Large Crude Carrier (VLCC) tersebut diketahui bernama HUGE (9357183) dan DERYA (9569700) yang membawa jutaan barel minyak mentah.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Kemlu RI: Masih Diverifikasi

Juru bicara I Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, menyatakan pemerintah tengah melakukan verifikasi atas laporan keberadaan kapal asing tersebut di wilayah perairan nasional.

“Indonesia telah mencatat laporan mengenai keberadaan kapal-kapal asing di perairan Indonesia,” ujar Yvonne, Selasa (5/5/2026).

Ia menegaskan, hingga saat ini pemerintah masih melakukan koordinasi lintas instansi untuk memastikan status hukum pelayaran kedua kapal tersebut.

“Pemerintah tengah melakukan verifikasi lapangan dan memandang kapal-kapal tersebut melaksanakan hak lintas sesuai hukum internasional,” tegasnya.

Mengacu pada Hukum Laut Internasional

Kemlu RI menegaskan bahwa aktivitas pelayaran di perairan internasional, termasuk wilayah Indonesia, tunduk pada ketentuan UNCLOS 1982.

Dalam aturan tersebut, kapal asing memiliki hak lintas damai (innocent passage) selama tidak melanggar ketentuan hukum yang berlaku.

“Navigasi di perairan tunduk pada UNCLOS 1982 yang menghormati rezim lintas di setiap zona maritim,” jelas Yvonne.

Muatan Jumbo: Hampir 4 Juta Barel Minyak

Berdasarkan data pelacakan maritim, kedua kapal tersebut membawa muatan besar:

  • HUGE: sekitar 1,9 juta barel minyak mentah
  • DERYA: sekitar 1,88 juta barel minyak mentah

Keduanya dilaporkan menuju wilayah Kepulauan Riau setelah berhasil keluar dari kawasan konflik di Timur Tengah.

Lolos dari Blokade AS, Jadi Sorotan Dunia

Masuknya dua supertanker Iran ini menjadi perhatian internasional karena sebelumnya Amerika Serikat melakukan blokade ketat terhadap distribusi minyak Iran di tengah konflik geopolitik yang masih berlangsung.

Data dari TankerTrackers.com mencatat sekitar 25 kapal tanker Iran meninggalkan negaranya sepanjang April, dengan sebagian dicegat atau dipaksa putar balik oleh militer AS.

Namun, beberapa kapal termasuk HUGE dan DERYA berhasil lolos dan melanjutkan pelayaran.

Pemerintah RI Terus Pantau Situasi

Kemlu RI memastikan akan terus memantau perkembangan situasi dan membuka jalur komunikasi diplomatik jika diperlukan.

“Kami akan terus memantau situasi ini dan berkomunikasi melalui saluran diplomatik yang tepat,” pungkas Yvonne. (*)


Poin Utama Berita

  • Dua supertanker Iran masuk perairan Indonesia usai lolos blokade AS
  • Kapal HUGE dan DERYA membawa hampir 4 juta barel minyak mentah
  • Kemlu RI masih melakukan verifikasi dan koordinasi internal
  • Pemerintah menilai kapal jalankan hak lintas sesuai hukum internasional
  • Mengacu pada UNCLOS 1982 terkait hak lintas damai
  • Peristiwa jadi sorotan global di tengah konflik Iran–AS
  • Indonesia terus memantau dan membuka komunikasi diplomatik
error: Content is protected !!