Pigai Tekankan Penegakan Hukum Harus Tetap Menjunjung Hak Asasi Manusia
BANDUNG | Sentrapos.co.id – Menteri Hak Asasi Manusia (MenHAM) Natalius Pigai menegaskan penembakan terhadap pelaku kejahatan jalanan atau begal tanpa proses hukum tidak dibenarkan karena bertentangan dengan prinsip hak asasi manusia (HAM).
Pigai menekankan aparat penegak hukum harus mengedepankan prosedur hukum yang berlaku dan menangkap pelaku dalam keadaan hidup untuk kepentingan proses penyelidikan serta penegakan hukum lebih lanjut.
“Saya tidak membolehkan orang ditembak tanpa melalui prosedur dan proses hukum yang jelas. Tidak boleh begal ditembak langsung di tempat,” kata Natalius Pigai usai menghadiri acara Kelas Jurnalis HAM di Bandung, Kamis (21/5/2026).
Menurut Pigai, menangkap pelaku dalam keadaan hidup memiliki nilai penting bagi aparat penegak hukum untuk mengungkap jaringan, motif, hingga akar tindak kejahatan yang terjadi.
Ia menyebut pelaku dapat menjadi sumber informasi penting dalam pengembangan kasus dan upaya pencegahan kejahatan serupa di kemudian hari.
“Dia adalah sumber informasi, data, dan fakta. Penegak hukum bisa menggali data, fakta, informasi, dan bisa menyelesaikan pemicunya atau sumbernya,” ujarnya.
Pigai juga menegaskan negara tidak boleh merampas hak hidup warga negara tanpa melalui mekanisme hukum resmi yang berlaku.
Menurutnya, prinsip tersebut berlaku universal terhadap seluruh warga negara, termasuk mereka yang tengah menjalani proses hukum akibat tindak pidana.
“Siapa pun tidak boleh merampas hak hidup warga negara tanpa melalui proses dan prosedur hukum berlaku resmi,” tegas Pigai.
Ia menambahkan, penegakan hukum yang menjunjung tinggi HAM menjadi bagian penting dalam menjaga supremasi hukum nasional serta mencegah tindakan di luar kewenangan hukum.
Pernyataan Natalius Pigai tersebut muncul di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap maraknya aksi kejahatan jalanan dan tuntutan masyarakat agar aparat bertindak tegas terhadap pelaku begal.
Namun demikian, Pigai mengingatkan bahwa ketegasan aparat tetap harus berjalan seiring dengan penghormatan terhadap hak asasi manusia dan ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia. (*)
Poin Utama Berita
- MenHAM Natalius Pigai menolak penembakan begal tanpa proses hukum.
- Pigai menegaskan pelaku harus ditangkap hidup-hidup.
- Penegakan hukum wajib tetap menghormati HAM.
- Pelaku dinilai dapat menjadi sumber informasi untuk membongkar jaringan kejahatan.
- Negara disebut tidak boleh merampas hak hidup warga tanpa prosedur hukum resmi.
- Pigai menekankan pentingnya supremasi hukum nasional.
- Pernyataan muncul di tengah maraknya kasus begal dan tuntutan tindakan tegas aparat.

















