BUENOS AIRES | Sentrapos.co.id – Puluhan ribu warga Argentina turun ke jalan dalam demonstrasi besar-besaran untuk memprotes kebijakan Presiden Javier Milei yang memangkas anggaran universitas negeri dan sektor kesehatan publik.
Aksi massa terjadi di berbagai kota besar Argentina pada Selasa (12/5/2026), dengan pusat demonstrasi berada di Plaza de Mayo, kawasan dekat Istana Kepresidenan di Buenos Aires.
Gelombang protes ini muncul sehari setelah rencana pemotongan anggaran pendidikan dan kesehatan pemerintah resmi terungkap ke publik.
Laporan AFP menyebut mahasiswa, dosen, pekerja, hingga aktivis sosial memadati jalan-jalan utama ibu kota sambil membawa poster, spanduk, dan buku-buku simbolik sebagai bentuk perlawanan terhadap kebijakan pemerintah.
“Saya di sini untuk membela pendidikan publik,” ujar Renata Lopez, mahasiswa berusia 18 tahun yang ikut dalam aksi demonstrasi di Plaza de Mayo.
Demonstrasi Meluas ke Sejumlah Kota
Tak hanya di Buenos Aires, aksi penolakan terhadap kebijakan Javier Milei juga meluas ke sejumlah wilayah strategis lainnya seperti:
- Cordoba,
- Mendoza,
- Tucuman,
- Hingga beberapa kota pendidikan besar lainnya di Argentina.
Foto udara yang beredar memperlihatkan ribuan demonstran memenuhi pusat kota sambil meneriakkan tuntutan agar pemerintah membatalkan pemotongan anggaran universitas negeri.
Banyak mahasiswa membawa novel Fahrenheit 451 karya Ray Bradbury sebagai simbol kritik terhadap pembatasan akses pendidikan dan pengetahuan.
Novel distopia tersebut menggambarkan masa depan di mana buku-buku dilarang dan kebebasan berpikir ditekan oleh kekuasaan.
“Pengurangan pendanaan pendidikan bukan lagi sekadar cerita distopia. Itu sedang terjadi saat ini,” kata Renata Lopez.
Milei Veto Pendanaan Universitas
Kemarahan publik dipicu keputusan Presiden Javier Milei yang memveto implementasi undang-undang pendanaan universitas negeri.
Pemerintah Argentina menilai kebijakan pendanaan tersebut bertentangan dengan agenda penghematan fiskal yang tengah dijalankan pemerintahan Milei.
Bahkan, demi membatalkan implementasi aturan tersebut, pemerintah disebut meminta Mahkamah Agung Argentina untuk ikut campur dalam sengketa kebijakan anggaran.
Langkah itu langsung memicu kekhawatiran luas mengenai masa depan pendidikan publik dan layanan kesehatan di negara tersebut.
Krisis Ekonomi dan Kebijakan Penghematan
Sejak menjabat sebagai Presiden Argentina, Javier Milei memang dikenal agresif menerapkan kebijakan pemangkasan anggaran demi mengatasi krisis ekonomi dan lonjakan inflasi yang melanda negaranya.
Namun, kebijakan austerity atau penghematan ekstrem tersebut mulai memicu gelombang penolakan dari berbagai kelompok masyarakat.
Mahasiswa dan akademisi menilai pemotongan dana pendidikan justru akan memperburuk ketimpangan sosial serta mengancam masa depan generasi muda Argentina.
“Pendidikan publik adalah hak rakyat, bukan beban anggaran negara,” teriak massa dalam aksi demonstrasi.
Situasi Politik Argentina Memanas
Demonstrasi besar ini menjadi salah satu aksi protes terbesar terhadap pemerintahan Javier Milei sejak ia menjabat presiden.
Pengamat politik menilai meningkatnya tekanan publik dapat menjadi tantangan serius bagi pemerintahan Milei yang selama ini mengusung reformasi ekonomi radikal.
Jika ketegangan terus meningkat, pemerintah Argentina diperkirakan akan menghadapi tekanan politik lebih besar, terutama dari kelompok mahasiswa, serikat pekerja, dan oposisi. (*)
Poin Utama Berita
- Puluhan ribu warga Argentina menggelar demonstrasi besar-besaran.
- Aksi dipicu pemangkasan anggaran pendidikan dan kesehatan oleh Presiden Javier Milei.
- Plaza de Mayo di Buenos Aires menjadi pusat demonstrasi.
- Protes meluas ke Cordoba, Mendoza, dan Tucuman.
- Mahasiswa membawa novel Fahrenheit 451 sebagai simbol perlawanan.
- Javier Milei memveto pendanaan universitas negeri demi penghematan fiskal.
- Pemerintah meminta Mahkamah Agung ikut mengintervensi kebijakan tersebut.
- Gelombang protes menjadi tantangan serius bagi pemerintahan Milei.

















