Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
NASIONALPENDIDIKAN & KESEHATANPERISTIWA

Prabowo: 10 Ribu Puskesmas Belum Pernah Diperbaiki Sejak Era Soeharto, Akan Dibangun Pakai Uang Sitaan Negara

7
×

Prabowo: 10 Ribu Puskesmas Belum Pernah Diperbaiki Sejak Era Soeharto, Akan Dibangun Pakai Uang Sitaan Negara

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengungkap fakta mengejutkan terkait kondisi fasilitas kesehatan di Indonesia. Sebanyak 10 ribu puskesmas disebut belum pernah direnovasi sejak era Presiden Soeharto atau lebih dari 30 tahun terakhir.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri acara penyerahan hasil penyelamatan keuangan negara di Kantor Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Jakarta, Rabu (13/5/2026).

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Menurut Prabowo, laporan mengenai banyaknya puskesmas rusak diperoleh langsung dari Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin usai melakukan kunjungan ke sejumlah wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

“Saya baru keliling beberapa daerah terpencil, dapat laporan dari Menteri Kesehatan, ‘Pak, kita punya 10 ribu puskesmas. Sejak zamannya Pak Harto 30 tahun, puskesmas tersebut belum pernah diperbaiki’,” ujar Prabowo.

Renovasi Puskesmas Butuh Rp20 Triliun

Prabowo mengatakan pemerintah memperkirakan kebutuhan dana untuk renovasi 10 ribu puskesmas mencapai sekitar Rp20 triliun.

Ia menyebut satu puskesmas diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp2 miliar untuk perbaikan.

“Kira-kira satu puskesmas Rp2 miliar, jadi kita butuh kurang lebih Rp20 triliun,” jelasnya.

Presiden kemudian menegaskan dana hasil penyelamatan aset negara dan sitaan dari berbagai kasus akan dimanfaatkan untuk memperbaiki fasilitas kesehatan tersebut.

Uang Sitaan Negara Akan Dipakai untuk Rakyat

Dalam acara itu, Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) menyerahkan hasil penyelamatan keuangan negara sebesar Rp10,27 triliun.

Prabowo optimistis apabila bulan depan kembali masuk dana Rp10 triliun dari Satgas PKH ditambah potensi Rp39 triliun dari PPATK, maka seluruh puskesmas rusak di Indonesia dapat diperbaiki.

“Hari ini artinya kita bisa selesaikan 5 ribu puskesmas. Kalau bulan depan masuk Rp10 triliun lagi plus Rp39 triliun dari PPATK, berarti semua puskesmas dengan mudah kita perbaiki,” tegasnya.

Sekolah dan Madrasah Juga Akan Diperbaiki

Selain puskesmas, Prabowo juga memastikan dana hasil sitaan negara akan digunakan untuk memperbaiki sekolah-sekolah rusak di seluruh Indonesia.

Menurutnya, pemerintah telah memperbaiki 17 ribu sekolah pada tahun lalu dan menargetkan puluhan ribu sekolah lainnya direnovasi secara bertahap.

“Tahun ini sedang kita perbaiki 70 ribu sekolah, tahun depan 100 ribu sekolah, dan seterusnya sampai selesai. Nanti semua madrasah dan sebagainya akan kita perbaiki,” katanya.

Prabowo menegaskan penyelamatan aset negara harus benar-benar dikembalikan untuk kepentingan rakyat, bukan hilang akibat korupsi.

“Semuanya kita perbaiki dengan uang-uang yang kalau tidak kita selamatkan, uang tersebut akan hilang dimakan para koruptor dan para maling,” tegas Prabowo.

Fokus Pemerintah pada Layanan Dasar Masyarakat

Pernyataan Presiden Prabowo menjadi sorotan publik karena menyangkut kondisi layanan dasar masyarakat, khususnya fasilitas kesehatan dan pendidikan di daerah.

Pemerintah kini didorong memastikan realisasi perbaikan puskesmas dan sekolah berjalan merata hingga wilayah terpencil agar pelayanan publik semakin optimal. (*)


Poin Utama Berita

  • Presiden Prabowo mengungkap 10 ribu puskesmas belum direnovasi sejak era Soeharto.
  • Pemerintah memperkirakan renovasi membutuhkan dana Rp20 triliun.
  • Dana hasil sitaan negara dan penyelamatan aset akan dipakai untuk renovasi.
  • Satgas PKH telah menyerahkan Rp10,27 triliun ke negara.
  • Prabowo menyebut potensi tambahan dana Rp39 triliun dari PPATK.
  • Pemerintah juga akan memperbaiki puluhan ribu sekolah dan madrasah.
  • Prabowo menegaskan uang sitaan harus kembali untuk kepentingan rakyat.