KEDIRI | Sentrapos.co.id – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), menyatakan kesiapannya untuk kembali mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PBNU pada periode berikutnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Gus Yahya saat menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama 2026 yang digelar di Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Sabtu (20/6).
Menurut Gus Yahya, keputusannya untuk kembali maju bukanlah keputusan mendadak, melainkan bagian dari komitmennya untuk menyelesaikan sejumlah program strategis organisasi yang telah dirancang sejak awal masa kepemimpinannya.
“Saya siap, Insyaallah saya siap,” tegas Gus Yahya saat menjawab pertanyaan mengenai kesiapannya kembali maju sebagai Ketua Umum PBNU.
Ingin Menuntaskan Agenda Strategis PBNU
Gus Yahya menjelaskan bahwa sejak awal dirinya telah mengajukan diri memimpin PBNU dengan membawa sejumlah agenda besar yang dinilai penting bagi masa depan organisasi.
Karena itu, ia berharap mendapat kesempatan untuk melanjutkan dan menuntaskan berbagai program tersebut pada periode kepengurusan berikutnya.
“Saya telah sejak awal menyampaikan bahwa saya memang melamar untuk mengerjakan sejumlah agenda. Agenda-agenda itu yang penting,” ujar Gus Yahya.
Meski tidak merinci program yang dimaksud, ia menegaskan bahwa fokus utamanya adalah memastikan agenda organisasi dapat diselesaikan secara optimal.
“Sekarang untuk menyelesaikan agenda-agenda itu saya meminta untuk diberikan kesempatan,” tambahnya.
Munas dan Konbes NU 2026 Jadi Forum Strategis Organisasi
Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama 2026 menjadi salah satu forum tertinggi organisasi untuk membahas berbagai persoalan keumatan, kebangsaan, serta arah kebijakan organisasi ke depan.
Kegiatan tersebut berlangsung pada 20–22 Juni 2026 di Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur.
Selanjutnya, agenda penutupan dijadwalkan berlangsung pada 23 Juni 2026 di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Pesantren Syaichona Cholil, Bangkalan, Madura, dengan rencana dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
PBNU Bersiap Menatap Kepemimpinan Periode Berikutnya
Pernyataan kesiapan Gus Yahya untuk kembali maju diperkirakan akan menjadi salah satu isu penting menjelang proses regenerasi kepemimpinan di tubuh Nahdlatul Ulama.
Sebagai organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia, dinamika kepemimpinan PBNU selalu menjadi perhatian publik karena berpengaruh terhadap arah kebijakan organisasi dalam bidang keagamaan, pendidikan, sosial, hingga kebangsaan.
Forum Munas dan Konbes 2026 juga diharapkan menghasilkan berbagai rekomendasi strategis yang memperkuat peran Nahdlatul Ulama dalam menjawab tantangan nasional maupun global.
Munas dan Konbes NU 2026 menjadi momentum penting bagi PBNU untuk merumuskan arah organisasi sekaligus mempersiapkan estafet kepemimpinan pada periode mendatang. (*)
Poin Utama Berita
- Gus Yahya menyatakan siap kembali maju sebagai Ketua Umum PBNU.
- Kesiapan tersebut disampaikan saat menghadiri Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2026 di Kediri.
- Gus Yahya ingin menuntaskan sejumlah agenda strategis organisasi yang belum selesai.
- Munas dan Konbes NU berlangsung pada 20–22 Juni 2026 di Pondok Pesantren Al Falah Ploso.
- Penutupan dijadwalkan berlangsung di Bangkalan, Madura, pada 23 Juni 2026.
- Presiden Prabowo Subianto direncanakan menghadiri agenda penutupan.
- Dinamika kepemimpinan PBNU menjadi perhatian menjelang periode kepengurusan berikutnya.

















