JAKARTA | Sentrapos.co.id – Aktris muda Sitha Marino mengungkap perubahan besar dalam pandangannya mengenai pernikahan. Jika sebelumnya ia sempat merasa takut dan skeptis terhadap komitmen rumah tangga, kini pemikirannya justru berbalik dan lebih optimistis.
Sitha mengaku, pandangan negatifnya tentang pernikahan muncul karena melihat banyak kasus rumah tangga yang tidak berakhir bahagia di sekitarnya.
“Kalau boleh jujur, dulu sebelum aku dapat pasangan, aku tidak ingin memfokuskan diri pada pernikahan. Karena aku melihat banyak orang menikah tapi tidak berujung bahagia,”
ujar Sitha Marino di Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat (24/4/2026).
Rasa khawatir tersebut bahkan membuat Sitha sempat membayangkan hidup tanpa menikah dan memilih menjadi lajang.
“Kayaknya aku jadi tante-tante saja yang menyayangi keponakan,”
ungkapnya.
Namun, pandangannya mulai berubah setelah ia menemukan pasangan yang menurutnya memberikan rasa aman dan dukungan emosional yang baik.
“Puji Tuhan aku dapat pasangan yang sekarang, jadi marriage itu tidak scary lagi,”
tambahnya.
Peran Film yang Mengubah Perspektif
Perubahan cara pandang Sitha semakin kuat setelah ia terlibat dalam film “Keluarga Suami Adalah Hama”, garapan sutradara Anggy Umbara. Dalam film tersebut, ia memerankan karakter dengan konflik rumah tangga yang cukup kompleks.
Film ini mengangkat kisah tentang dinamika menantu dan mertua, di mana karakter utama harus menghadapi keluarga suami yang toxic dan penuh tekanan.
Menariknya, pengalaman mendalami karakter tersebut justru membuat Sitha semakin matang dalam memandang pernikahan di dunia nyata.
“Buat menikah, keyakinannya sekarang 80 persen. Dulu 70 persen, sekarang naik karena film ini,”
kata Sitha. (*)
Poin Utama Berita
- Sitha Marino mengaku dulu takut menikah
- Trauma sosial membuatnya sempat ingin hidup tanpa pernikahan
- Kini pandangannya berubah setelah bertemu pasangan yang tepat
- Film “Keluarga Suami Adalah Hama” ikut mengubah perspektifnya
- Keyakinan Sitha terhadap pernikahan meningkat jadi 80 persen
- Ia kini lebih optimistis terhadap kehidupan rumah tangga

















