LUMAJANG | Sentrapos.co.id – Hujan deras yang mengguyur wilayah hulu sejak Kamis malam memicu Sungai Menjangan meluap dan menyebabkan banjir besar di Desa Kutorenon, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Jumat (15/5/2026).
Banjir dengan ketinggian mencapai 1,5 meter itu merendam sedikitnya 300 rumah warga di dua dusun, yakni Dusun Biting Satu dan Dusun Biting Dua.
Derasnya arus air membuat warga panik dan berupaya menyelamatkan perabotan rumah tangga ke tempat yang lebih tinggi guna mengurangi kerugian.
Aktivitas Warga Lumpuh Total
Luapan air tidak hanya merendam rumah, tetapi juga melumpuhkan aktivitas harian masyarakat.
Air banjir dilaporkan masuk hingga ke area dapur dan ruang utama rumah warga sehingga aktivitas memasak dan kebutuhan sehari-hari terganggu total.
“Banjir dari sungai meluap. Ketinggian satu meter setengah masuk ke dalam rumah. Dapur, aktivitas jelas terganggu,” ujar salah satu warga terdampak, Amiyah.
Warga kini sangat membutuhkan bantuan logistik, terutama makanan siap saji, karena tidak dapat memasak di rumah masing-masing.
“Semua aktivitas terganggu karena air banjir masuk ke dalam rumah. Yang dibutuhkan makan karena tidak bisa masak,” kata Nurul, warga lainnya.
300 Kepala Keluarga Terdampak
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang mencatat sebanyak 300 Kepala Keluarga (KK) terdampak langsung akibat banjir tersebut.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD masih melakukan pendataan serta pemantauan debit air di lokasi terdampak.
“Hasil asesmen TRC BPBD ada 300 KK yang terdampak. Ada dua dusun, yakni Biting 1 dan 2 Desa Kutorenon,” ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Lumajang, Yudhi Cahyono.
Lahan Pertanian Ikut Terendam
Selain merendam permukiman, banjir juga menggenangi puluhan hektar lahan pertanian milik warga.
Tanaman jagung, padi, hingga tebu dilaporkan ikut terendam dan berpotensi mengalami gagal panen apabila genangan air tidak segera surut.
Kondisi tersebut dikhawatirkan menambah kerugian ekonomi masyarakat, khususnya para petani yang tengah memasuki masa tanam dan perawatan.
BPBD Siaga dan Pantau Debit Air
Hingga Jumat sore, petugas BPBD bersama aparat terkait masih bersiaga di lokasi untuk melakukan penanganan darurat dan memantau perkembangan debit Sungai Menjangan.
Warga diimbau tetap waspada mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah Lumajang dan sekitarnya.
Ancaman Banjir dan Cuaca Ekstrem Masih Tinggi
Lumajang dalam beberapa waktu terakhir memang kerap dilanda bencana hidrometeorologi akibat intensitas hujan tinggi, termasuk ancaman banjir lahar dingin dari kawasan Gunung Semeru.
Pemerintah daerah meminta masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan. (*)
Poin Utama Berita
- Sungai Menjangan meluap akibat hujan deras di wilayah hulu
- Banjir setinggi 1,5 meter merendam 300 rumah warga
- Dua dusun di Desa Kutorenon terdampak banjir
- Aktivitas warga lumpuh karena rumah dan dapur terendam
- Warga membutuhkan bantuan makanan siap saji
- BPBD mencatat 300 KK terdampak banjir
- Lahan pertanian jagung, padi, dan tebu ikut terendam
- Petugas masih siaga memantau debit air Sungai Menjangan

















