Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
HUKUM & KRIMINALPERISTIWAVIRAL

Viral Pria Bersimbah Darah di Tomang, Polisi Pastikan Bukan Kasus Begal

30
×

Viral Pria Bersimbah Darah di Tomang, Polisi Pastikan Bukan Kasus Begal

Sebarkan artikel ini
Kanit Reskrim Polsek Grogol Petamburan, AKP Alexander Tengbunan (Foto: Humas Polri)
Kanit Reskrim Polsek Grogol Petamburan, AKP Alexander Tengbunan (Foto: Humas Polri)
Example 468x60

Polisi Ungkap Motif Pribadi di Balik Aksi Pembacokan Viral di Jakarta Barat

JAKARTA | Sentrapos.co.id – Kepolisian memastikan aksi pembacokan terhadap seorang pria di kawasan Tomang, Jakarta Barat, bukan merupakan tindak pembegalan sebagaimana isu yang sempat viral di media sosial.

Peristiwa berdarah tersebut terjadi di Jalan Tomang Utara I, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, pada Rabu (20/5/2026) sekitar pukul 22.00 WIB.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Kasus ini sempat menghebohkan publik setelah video korban terkapar bersimbah darah beredar luas di media sosial dan memunculkan dugaan aksi begal.

Namun, Kanit Reskrim Polsek Grogol Petamburan AKP Alexander Tengbunan menegaskan motif kejadian diduga berkaitan dengan persoalan pribadi.

“Benar ada kejadian pembacokan, namun bukan pembegalan. Itu masalah pribadi, diduga masalah asmara,” ujar AKP Alexander Tengbunan di Jakarta, Kamis (21/5/2026).

Menurut Alex, terduga pelaku diketahui merupakan suami dari rekan kerja korban.

Ia menjelaskan, korban saat itu sedang beristirahat sebelum tiba-tiba didatangi dua orang pelaku yang langsung melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam.

“Korban sedang istirahat, lalu datang dua orang yang langsung melakukan penganiayaan,” katanya.

Usai melakukan aksi brutal tersebut, pelaku melarikan diri dan meninggalkan sejumlah barang bukti di lokasi kejadian.

Polisi menemukan senjata tajam jenis celurit dan pakaian berupa sweater yang diduga milik pelaku.

“Ada celurit yang ditinggalkan dan juga sweater,” ujar Alex.

Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka cukup serius di bagian tangan dan kepala sehingga harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Meski mengalami luka parah, korban disebut masih dalam kondisi sadar dan dapat berkomunikasi dengan baik.

“Luka di bagian tangan dan kepala cukup parah, namun korban masih sadar,” jelasnya.

Saat ini, polisi telah mengidentifikasi pelaku dan tengah melakukan pengejaran untuk menangkap pihak yang terlibat dalam pembacokan tersebut.

Menurut polisi, viralnya kasus di media sosial membuat pelaku semakin waspada sehingga proses pengejaran membutuhkan waktu.

“Pelaku sudah diidentifikasi, namun karena kasus ini viral pelaku jadi lebih waspada,” kata Alex.

Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak langsung menyimpulkan suatu kejadian sebagai aksi begal sebelum ada keterangan resmi dari aparat penegak hukum.

Kasus ini menjadi perhatian publik di tengah meningkatnya kekhawatiran masyarakat terhadap tindak kriminal jalanan di wilayah Jakarta dan sekitarnya. (*)


Poin Utama Berita

  • Polisi memastikan pembacokan di Tomang bukan aksi begal.
  • Motif kejadian diduga terkait persoalan asmara.
  • Korban diserang dua pelaku saat sedang beristirahat.
  • Polisi menemukan celurit dan sweater di lokasi kejadian.
  • Korban mengalami luka serius di tangan dan kepala.
  • Pelaku telah diidentifikasi dan masih diburu polisi.
  • Kasus sempat viral di media sosial karena disebut pembegalan.