Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
DAERAHPERISTIWAVIRAL

VIRAL! Sapi Penarik Gerobak dari Klaten Dibeli Prabowo untuk Kurban Iduladha, Bobotnya Hampir 1 Ton

37
×

VIRAL! Sapi Penarik Gerobak dari Klaten Dibeli Prabowo untuk Kurban Iduladha, Bobotnya Hampir 1 Ton

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

KLATEN | Sentrapos.co.id – Seekor sapi Peranakan Ongole (PO) bernama Bima Seta milik warga Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, mendadak menjadi perhatian publik setelah terpilih sebagai hewan kurban Presiden RI Prabowo Subianto untuk Iduladha 1447 Hijriah.

Sapi berbobot mencapai 977 kilogram itu ternyata sebelumnya kerap digunakan untuk menarik gerobak saat festival budaya di kawasan Rowo Jombor, Klaten.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Pemilik sapi, Sugeng Raharjo (53), mengaku tidak pernah menyangka sapi peliharaannya bisa dilirik hingga akhirnya dibeli untuk kebutuhan kurban Presiden Prabowo.

“Kemarin itu beruntung, secara tidak sengaja ada yang melihat sapi ini waktu untuk narik gerobak saat festival. Kebetulan yang melihat dari dinas, lalu datang ke kandang untuk mengecek langsung,” ujar Sugeng di kandangnya di Desa Dompyongan, Kecamatan Jogonalan, Klaten, Minggu (17/5/2026).

Berawal dari Festival, Berakhir Jadi Sapi Kurban Presiden

Sugeng menjelaskan proses seleksi bermula saat petugas Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Klaten melihat langsung postur tubuh Bima Seta ketika tampil di festival.

Melihat ukuran tubuh yang besar dan proporsional, petugas kemudian mendatangi kandang untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Awalnya, Sugeng menawarkan dua ekor sapi dalam proses seleksi tersebut. Namun akhirnya Bima Seta dipilih karena memiliki ukuran lebih besar dibanding sapi lainnya.

“Saya tawarkan dua sapi, tapi akhirnya yang dipilih ini karena bobotnya lebih berat hampir satu kwintal,” katanya.

Dirawat Sederhana, Makan Ketela dan Rumput

Meski memiliki bobot nyaris satu ton, Sugeng mengaku perawatan Bima Seta dilakukan secara sederhana tanpa perlakuan khusus.

Setiap hari, sapi tersebut hanya diberi pakan berupa ketela pohon, dedak, bekatul, dan rumput segar.

“Pemeliharaannya biasa saja. Dikasih ketela pohong, dedak, bekatul, sama rumput,” ujarnya.

Dalam sehari, biaya pakan untuk Bima Seta mencapai sekitar Rp 70 ribu untuk dua kali makan.

Selain menjaga pola makan, keluarga Sugeng juga rutin melakukan pemeriksaan kesehatan dan suntik vitamin setiap dua bulan sekali.

Diprediksi Belum Tembus 1 Ton

Menjelang Iduladha, Sugeng memperkirakan bobot Bima Seta masih bisa bertambah sekitar 20 kilogram.

Namun menurutnya, berat sapi tersebut kemungkinan tetap belum akan menyentuh angka satu ton penuh.

“Kalau naik 20 kilo lagi itu sudah bagus sekali, tapi sepertinya tetap belum sampai satu ton,” katanya.

Pernah Pasok Sapi Kurban untuk Jokowi

Sugeng mengungkapkan, ini bukan kali pertama sapi miliknya dibeli presiden.

Pada tahun 2015 lalu, ia juga pernah memasok sapi kurban untuk Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

Namun menurutnya, bobot Bima Seta jauh lebih besar dibanding sapi yang sebelumnya dibeli Jokowi.

“Kalau yang dibeli Pak Jokowi dulu bobotnya 800 kilo lebih. Yang ini lebih besar,” ujar Sugeng.

Nama Bima Seta sendiri memiliki makna khusus bagi keluarga Sugeng.

“Bima” berarti besar, sedangkan “Seta” dalam bahasa Jawa berarti putih, merujuk pada warna tubuh sapi tersebut.

Sudah Dianggap Seperti Anak Sendiri

Putra Sugeng, Lingga Praditya (25), mengaku telah terbiasa merawat sapi sejak kecil dan memilih meneruskan usaha keluarga karena kecintaannya terhadap hewan ternak.

Menurutnya, kedekatan dengan sapi dibangun melalui interaksi dan perawatan setiap hari.

“Sapi itu dimandikan, dirawat, dipegang dan dielus setiap hari. Jadi memang ada ikatan emosional,” ujar Lingga.

Meski bangga karena sapinya dipilih Presiden Prabowo, Lingga mengaku tetap merasa sedih harus berpisah dengan hewan yang sudah lama dirawat keluarganya.

“Ada sedihnya juga karena rasanya sudah seperti anak sendiri,” tuturnya.

Kisah Bima Seta kini menjadi simbol bahwa ketelatenan peternak lokal mampu melahirkan hewan ternak berkualitas nasional hingga dipercaya menjadi hewan kurban presiden. (*)


Poin Utama Berita

  • Sapi PO bernama Bima Seta asal Klaten dipilih menjadi hewan kurban Presiden Prabowo.
  • Bobot sapi mencapai 977 kilogram dan hampir menyentuh 1 ton.
  • Bima Seta sebelumnya sering digunakan menarik gerobak festival di Rowo Jombor.
  • Proses seleksi bermula saat petugas melihat sapi di festival budaya.
  • Sapi dirawat sederhana dengan pakan ketela, dedak, dan rumput.
  • Biaya pakan mencapai Rp 70 ribu per hari.
  • Pemilik sapi sebelumnya juga pernah memasok sapi kurban untuk Presiden Jokowi.
  • Keluarga mengaku sedih karena sudah menganggap sapi seperti anak sendiri.
  • Kisah Bima Seta viral dan menarik perhatian publik menjelang Iduladha 2026.