Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
BOLAHEADLINE NEWS

Wolves Degradasi dari Premier League, Fans Soroti Fokus Pemilik ke Esports: “Sepak Bola Diabaikan!”

50
×

Wolves Degradasi dari Premier League, Fans Soroti Fokus Pemilik ke Esports: “Sepak Bola Diabaikan!”

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

WOLVERHAMPTON | Sentrapos.co.id — Nasib tragis dialami Wolverhampton Wanderers yang resmi terdegradasi dari Premier League musim ini. Klub berjuluk “Si Serigala” itu dipastikan turun kasta setelah pesaingnya, West Ham United, bermain imbang 0-0 melawan Crystal Palace.

Dengan koleksi 17 poin di dasar klasemen, Wolves tak lagi memiliki peluang mengejar West Ham yang mengoleksi 33 poin di batas aman. Padahal, kompetisi hanya menyisakan lima pertandingan.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Degradasi ini menjadi pukulan telak bagi Wolves yang sebelumnya mampu bertahan selama delapan musim berturut-turut di kasta tertinggi sepak bola Inggris.


Fokus ke Esports, Sepak Bola Terabaikan?

Sorotan tajam kini mengarah kepada pemilik klub, Fosun Group, yang dinilai lebih memprioritaskan bisnis esports dibandingkan tim sepak bola.

Kritik semakin menguat setelah pernyataan mantan Presiden Komisaris Wolves, Jeff Shi, yang disebut menilai sektor esports lebih menguntungkan secara bisnis.

“Fosun dinilai sudah tidak lagi fokus pada tim sepak bola. Fans merasa hanya dijadikan sumber pemasukan tanpa ada peningkatan performa maupun fasilitas,” demikian kritik suporter yang sempat menggelar aksi protes.

Kondisi ini diperparah dengan kenaikan harga tiket di Molineux Stadium yang tidak diimbangi dengan perbaikan infrastruktur stadion.


Esports Melonjak, Sepak Bola Terpuruk

Sejak didirikan pada 2019, Wolves Esports justru menunjukkan perkembangan signifikan. Organisasi ini aktif di berbagai game populer seperti Honor of Kings, Call of Duty, PUBG, hingga Valorant.

Bahkan, tim Honor of Kings Wolves berhasil mencapai Grand Final King Pro League 2025 yang digelar di Beijing National Stadium dengan lebih dari 62.000 penonton, mencetak rekor dunia baru.

Namun di sisi lain, performa tim sepak bola justru terus merosot hingga akhirnya harus terdegradasi.


Pergantian Manajemen Tak Redam Kritik

Tekanan dari suporter membuat Jeff Shi mundur dari jabatannya pada Desember lalu dan digantikan oleh Nathan Shi.

Meski pihak klub menyatakan bahwa pengelolaan esports dan sepak bola dilakukan secara terpisah, suporter tetap meragukan komitmen manajemen terhadap tim utama.


Alarm Bahaya Pengelolaan Klub Modern

Kasus Wolves menjadi contoh nyata tantangan klub sepak bola modern di tengah ekspansi industri hiburan digital seperti esports.

Ketidakseimbangan fokus dinilai dapat berdampak fatal, tidak hanya pada prestasi, tetapi juga kepercayaan suporter.

“Degradasi ini bukan sekadar hasil buruk di lapangan, tetapi akumulasi dari kebijakan yang dinilai melenceng dari prioritas utama klub,” (*)


Poin Utama Berita

  • Wolves resmi terdegradasi dari Premier League musim ini
  • Gagal mengejar West Ham dengan selisih poin yang signifikan
  • Suporter menuding Fosun Group lebih fokus ke esports
  • Harga tiket naik, fasilitas stadion minim perbaikan
  • Wolves Esports justru meraih prestasi global
  • Pergantian manajemen belum meredam kritik publik
  • Degradasi disebut sebagai dampak salah prioritas pengelolaan klub