Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
INTERNASIONALPERISTIWAVIRAL

Viral! 9 WNI Relawan Gaza Ditahan Israel di Pelabuhan Ashdod, Kemlu RI Bergerak Lakukan Pendampingan

8
×

Viral! 9 WNI Relawan Gaza Ditahan Israel di Pelabuhan Ashdod, Kemlu RI Bergerak Lakukan Pendampingan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Ratusan Aktivis Global Sumud Flotilla Dicegat di Perairan Internasional, Video Perlakuan Kasar Tentara Israel Viral di Media Sosial

ASHDOD | Sentrapos.co.id – Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) mengonfirmasi sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang ditangkap militer Israel saat menjalankan misi kemanusiaan menuju Jalur Gaza kini berada di Pelabuhan Ashdod, Israel bagian selatan.

Kesembilan WNI tersebut tergabung dalam Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) yang menjadi bagian dari armada Global Sumud Flotilla (GSF), sebuah misi internasional yang berupaya menembus blokade Israel untuk mengirim bantuan kemanusiaan ke Gaza, Palestina.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Juru bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, mengatakan pemerintah terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi terkait kondisi para relawan Indonesia tersebut.

“Kalau info dari sekretariat GPCI, semua relawan dibawa ke Pelabuhan Ashdod termasuk 9 WNI,” ujar Yvonne, Rabu (20/5/2026).

430 Relawan Dibawa Paksa ke Israel

Otoritas Israel sebelumnya menyatakan sebanyak 430 relawan dari armada kemanusiaan tersebut sedang dipindahkan menuju wilayah Israel setelah kapal mereka dicegat di perairan internasional.

Pemerintah Israel menyebut para aktivis nantinya dapat bertemu dengan perwakilan konsuler dari negara masing-masing.

Namun, sejumlah kelompok hak asasi manusia mengecam tindakan tersebut dan menyebut pencegatan armada sipil di laut internasional sebagai bentuk pelanggaran terhadap prinsip kemanusiaan dan hukum internasional.

Kelompok HAM Adalah menilai tindakan Israel merupakan bagian dari kebijakan tekanan terhadap warga Palestina di Gaza.

“Tindakan ini merupakan perpanjangan langsung dari kebijakan Israel tentang hukuman kolektif dan kelaparan terhadap warga Palestina di Gaza,” tulis Adalah dalam pernyataan resminya.

Video Relawan Dijambak dan Dipaksa Berlutut Viral

Situasi semakin menjadi sorotan setelah beredar video yang memperlihatkan dugaan tindakan kasar tentara Israel terhadap relawan flotilla di Pelabuhan Ashdod.

Dalam rekaman yang viral di media sosial, tampak sejumlah relawan sipil berada dalam kondisi tangan terikat di belakang dan dipaksa berlutut.

Beberapa relawan juga terlihat diseret paksa oleh aparat keamanan Israel.

Video tersebut semakin memicu kecaman publik internasional setelah Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir, terlihat hadir di lokasi sambil tertawa dan mengibarkan bendera Israel.

Aksi itu dinilai memperkeruh situasi kemanusiaan yang tengah menjadi perhatian dunia akibat konflik berkepanjangan di Jalur Gaza.

Indonesia Diminta Ambil Langkah Diplomatik Tegas

Penangkapan relawan Indonesia memicu desakan agar pemerintah Indonesia meningkatkan langkah diplomatik untuk memastikan keselamatan seluruh WNI yang terlibat dalam misi kemanusiaan tersebut.

Pengamat hubungan internasional menilai Indonesia perlu aktif memanfaatkan jalur bilateral maupun forum internasional untuk menekan perlindungan terhadap warga sipil dan relawan kemanusiaan di wilayah konflik.

Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya mengecam armada Global Sumud Flotilla dan menyebut misi tersebut sebagai upaya untuk menembus blokade Israel terhadap Hamas di Gaza.

Di sisi lain, komunitas internasional terus menyoroti memburuknya kondisi kemanusiaan di Gaza yang hingga kini masih berada dalam tekanan konflik bersenjata dan blokade berkepanjangan.


Poin Utama Berita

  • Kemlu RI mengonfirmasi 9 WNI kini berada di Pelabuhan Ashdod, Israel.
  • Para WNI tergabung dalam Global Peace Convoy Indonesia dan Global Sumud Flotilla.
  • Armada kemanusiaan dicegat militer Israel di perairan internasional.
  • Sebanyak 430 relawan dibawa paksa menuju wilayah Israel.
  • Kelompok HAM mengecam tindakan Israel terhadap relawan sipil.
  • Video dugaan kekerasan terhadap relawan flotilla viral di media sosial.
  • Pemerintah Indonesia didesak mengambil langkah diplomatik cepat.
  • Konflik Gaza kembali menjadi perhatian internasional terkait isu kemanusiaan.