JAKARTA | Sentrapos.co.id — Badan Gizi Nasional (BGN) resmi mengklarifikasi beredarnya undangan kegiatan bimbingan teknis (bimtek) pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) nasional tahun 2026 yang mencatut nama institusi.
BGN menegaskan bahwa dokumen tersebut tidak benar dan bukan merupakan undangan resmi yang dikeluarkan oleh lembaga.
“Dokumen yang beredar tidak pernah diterbitkan oleh Sekretariat Utama maupun unit kerja manapun di lingkungan BGN,” demikian pernyataan resmi Biro Hukum dan Humas BGN, Jumat (2/5/2026).
Dokumen Dipastikan Palsu
Berdasarkan hasil penelusuran internal, undangan tersebut tidak memiliki dasar administratif yang sah. BGN menegaskan bahwa segala aktivitas yang mengatasnamakan undangan tersebut berada di luar tanggung jawab institusi.
Kasus ini diduga sebagai bentuk penyalahgunaan nama instansi pemerintah yang berpotensi merugikan masyarakat.
“Segala kegiatan yang mengacu pada undangan tersebut bukan tanggung jawab BGN,” tegasnya.
Imbauan Waspada Penipuan
BGN mengingatkan masyarakat dan pemangku kepentingan untuk tidak menindaklanjuti undangan yang mencurigakan tanpa verifikasi.
“Masyarakat diharapkan lebih cermat dalam memverifikasi keabsahan dokumen dan tidak mudah percaya pada undangan yang tidak jelas sumbernya,” imbau BGN.
Langkah ini penting untuk mencegah potensi penipuan berkedok kegiatan resmi pemerintah.
Gunakan Kanal Resmi
Sebagai langkah preventif, BGN mengimbau agar setiap informasi atau undangan hanya dikonfirmasi melalui kanal resmi lembaga.
Selain itu, masyarakat juga diminta segera melaporkan jika menemukan indikasi penyalahgunaan nama institusi.
Pengaduan dapat dilakukan melalui layanan:
- Call center 127
- Sentra Aduan Gizi Interaktif (SAGI)
“Kami membuka kanal pengaduan agar masyarakat dapat melaporkan informasi mencurigakan terkait program gizi,” tambah BGN.
Lindungi Program Gizi Nasional
Klarifikasi ini juga bertujuan menjaga kredibilitas program nasional, termasuk Program Makan Bergizi (MBG), agar tidak disalahgunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab.
BGN menegaskan komitmennya untuk meningkatkan tata kelola dan transparansi program gizi nasional.
“Langkah ini penting untuk mencegah kerugian masyarakat dan menjaga kepercayaan publik,” tutup BGN. (*)
Poin Utama Berita
- BGN pastikan undangan bimtek SPPG 2026 yang beredar adalah palsu
- Dokumen tidak pernah diterbitkan oleh instansi resmi
- Diduga sebagai penyalahgunaan nama lembaga pemerintah
- Masyarakat diminta tidak menindaklanjuti undangan tersebut
- Verifikasi informasi hanya melalui kanal resmi BGN
- BGN buka pengaduan melalui call center 127 (SAGI)
- Klarifikasi untuk cegah penipuan dan lindungi program gizi

















