Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
HEADLINE NEWSINTERNASIONALPERISTIWA

Drama Gencatan AS-Iran! Trump Perpanjang di Detik Terakhir, Teheran Sebut “Tipu Daya Perang”

52
×

Drama Gencatan AS-Iran! Trump Perpanjang di Detik Terakhir, Teheran Sebut “Tipu Daya Perang”

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TEHERAN | SENTRAPOS.CO.ID – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas usai masa gencatan senjata berakhir pada Rabu (22/4/2026). Di saat krusial, Presiden AS Donald Trump secara mendadak memperpanjang gencatan tersebut—namun langkah ini justru menuai kecurigaan dari Teheran.

Sebelumnya, kedua negara sepakat menghentikan konflik selama dua pekan sejak 7 April, menyusul eskalasi perang yang dipicu serangan Washington dan sekutunya sejak akhir Februari.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Namun, negosiasi damai yang dimediasi Pakistan di Islamabad belum membuahkan hasil.

Trump Perpanjang Gencatan, Tapi Tekanan Tetap Jalan

Trump mengumumkan perpanjangan gencatan hanya beberapa jam sebelum masa berlaku habis. Ia mengklaim keputusan ini diambil untuk memberi waktu bagi Iran menyusun proposal negosiasi.

“Kami diminta menunda serangan agar para pemimpin Iran bisa menyusun proposal yang terpadu,” ujar Trump.

Meski demikian, Trump menegaskan bahwa tekanan terhadap Iran tidak akan dihentikan. Bahkan, blokade strategis di Selat Hormuz tetap diberlakukan.

“Saya telah memerintahkan militer untuk melanjutkan blokade dan tetap siap bertindak,” tegasnya.

Langkah ini menegaskan bahwa perpanjangan gencatan bukan berarti meredanya ketegangan, melainkan hanya jeda taktis.

Iran Curiga: Ini Hanya Tipu Daya

Di sisi lain, Iran merespons keras keputusan tersebut. Teheran menilai perpanjangan gencatan hanyalah strategi Amerika Serikat untuk mengulur waktu sebelum melancarkan serangan lanjutan.

Penasihat Ketua Parlemen Iran, Mahdi Mohammadi, menyebut langkah Trump sebagai taktik berbahaya.

“Perpanjangan gencatan ini adalah tipu daya untuk membeli waktu demi serangan mendadak,” tegas Mohammadi.

Ia bahkan menilai blokade laut yang dilakukan AS setara dengan tindakan perang.

“Kelanjutan pengepungan tidak berbeda dengan pengeboman dan harus dibalas dengan respons militer,” tambahnya.

Negosiasi Mandek, Iran Tolak Kembali ke Meja Perundingan

Upaya negosiasi lanjutan juga menemui jalan buntu. Iran menolak kembali ke meja perundingan selama blokade Selat Hormuz masih berlangsung.

Padahal, jalur tersebut merupakan salah satu titik vital distribusi minyak dunia.

Sementara itu, AS tetap bersikukuh mempertahankan tekanan sebagai alat negosiasi.

Pakistan Terus Dorong Perdamaian

Sebagai mediator, Pakistan menyatakan komitmennya untuk terus mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi.

Perdana Menteri Shehbaz Sharif berharap kedua negara dapat memanfaatkan perpanjangan gencatan untuk mencapai kesepakatan damai yang komprehensif.

“Pakistan akan melanjutkan upaya sungguh-sungguh untuk penyelesaian konflik melalui negosiasi,” ujarnya.

Ancaman Perang Masih Nyata

Meski gencatan diperpanjang, ancaman konflik terbuka tetap membayangi. Trump sebelumnya bahkan mengancam akan melakukan serangan besar jika Iran menolak berunding.

Situasi ini membuat kawasan Timur Tengah kembali berada di ambang eskalasi besar, dengan dampak global terutama pada stabilitas energi dunia. (*)


Poin Utama Berita

  • Gencatan senjata AS-Iran resmi berakhir, lalu diperpanjang mendadak oleh Trump
  • Iran menilai perpanjangan hanya “tipu daya” untuk serangan lanjutan
  • AS tetap memberlakukan blokade Selat Hormuz selama gencatan
  • Negosiasi damai mandek, Iran menolak hadir jika tekanan tidak dicabut
  • Pakistan terus berupaya menjadi mediator perdamaian
  • Ancaman perang besar masih membayangi kawasan Timur Tengah